Pemkab Kukar Salurkan Ratusan Bantuan Perikanan untuk Warga Muara Badak Ilir

Pemkab Kukar Salurkan Ratusan Bantuan Perikanan untuk Warga Muara Badak Ilir
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat menyerahkan bantuan perikanan ke warga Muara Badak Ilir. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyalurkan bantuan peralatan perikanan kepada masyarakat Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak, Selasa (8/7/2025). Penyerahan dilakukan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati (Wabup) Rendi Solihin, disambut antusias masyarakat.

Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar meliputi; 225 unit freezer, 78 unit perahu, 55 unit mesin diesel dan 33 unit ketinting. Diperuntukkan bagi kelompok-kelompok masyarakat pengelola sektor perikanan, seperti Kelompok Pengelola dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklasar), Kelompok Usaha Bersama (KUB), para nelayan, serta pembudidaya ikan.

Baca Juga  Lantik Dewan Pengawas Radio Pemkab Kukar, Ini Harapan Bupati Edi Damansyah

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar Muslik mengungkapkan, total penerima bantuan terdiri 11 kelompok Poklasar dan 17 kelompok KUB.

“Program ini sudah lama dinanti masyarakat, sebelumnya sudah tertuang di rencana strategis tahun 2021-2026 di Kukar Idaman dan dilanjutkan melalui Kukar Idaman Terbaik,” ujarnya.

Selain menyerahkan bantuan, Bupati dan Wabup turut menyaksikan panen rumput laut yang dikelola oleh masyarakat setempat. Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa potensi perikanan di wilayah tersebut sangat menjanjikan.

Baca Juga  Kepergok Bawa Sabu-Sabu dan Alat Hisapnya, Sopir Truk Diamankan Polisi

“Kami bertemu langsung dengan kelompok nelayan sekaligus menyaksikan panen budidaya rumput laut. Potensinya luar biasa. Ke depan kita juga akan meninjau pabrik pengolahan rumput laut,” kata Aulia.

Bantuan yang diberikan tidak hanya menyasar nelayan laki-laki. Menurut Aulia, hal tersebut adalah upaya untuk membangun ekosistem, yakni mendukung peran ibu-ibu dalam menjaga kualitas hasil tangkapan.

“Para bapak pergi melaut, dan ketika pulang, hasil tangkapannya bisa langsung disimpan di freezer yang disiapkan oleh ibu-ibu. Bahkan beberapa sudah diolah menjadi produk seperti amplang dan kerupuk,” tandasnya. (adv/fjr)