Pemkab Paser Prioritaskan Penuntasan Jalan Poros Menuju Rantau Buta dan Rantau Layung

Foto : Bupati Paser, Fahmi Fadli. (Prokompim Paser)

PASER – Komitmen Pemerintah Kabupaten Paser dalam membuka keterisolasian wilayah kembali ditegaskan melalui rencana penuntasan infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Batu Sopang. Setelah meresmikan Jembatan Sei Kasungai, Pemkab Paser langsung memfokuskan perhatian pada peningkatan akses jalan menuju Desa Rantau Buta dan Desa Rantau Layung.

Bupati Paser Fahmi Fadli mengatakan masih terdapat sekitar 3,7 kilometer ruas jalan poros menuju Desa Rantau Buta yang belum mendapatkan penanganan berupa rigid beton. Untuk mempercepat konektivitas masyarakat, pemerintah telah menyiapkan pengerjaan secara bertahap.

Pada tahun 2026, penanganan akan difokuskan sepanjang 700 meter terlebih dahulu. Sementara sisa ruas jalan yang belum tertangani ditargetkan rampung pada 2027 melalui skema pembangunan tahun jamak (multi-years).

Baca Juga  Video Prabowo Bahas Perlombaan Nuklir di Timur Tengah Mendadak Lenyap, Ada Apa?

“Pada tahun ini kita mulai dengan penanganan sepanjang 700 meter. Sisanya akan menjadi bagian dari program lanjutan yang dituntaskan melalui proyek multi-years pada tahun depan,” ujar Fahmi saat kunjungan kerja di Batu Sopang, Senin (1/6).

Selain peningkatan jalan poros, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap akses penghubung antara Desa Rantau Buta dan Desa Rantau Layung. Jalur sepanjang kurang lebih 22 kilometer tersebut masih menghadapi sejumlah kendala infrastruktur yang berdampak pada mobilitas masyarakat.

Baca Juga  Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Rencana Pemekaran Kecamatan Tenggarong Seberang Diproses

Menjawab aspirasi warga, Pemkab Paser berkomitmen menindaklanjuti usulan pembangunan dua jembatan tambahan yang dinilai penting untuk memperlancar konektivitas antarwilayah.

Untuk mempercepat realisasi pembangunan, pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Paser dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, memperkuat aksesibilitas desa, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman. (adv/zu)