SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan perlunya pelaku usaha menguasai sistem perizinan digital. Sebagaimana disampaikan Wakil Wali Kota (Wawali) Saefuddin Zuhri saat membuka Pelatihan Sistem Informasi Perizinan Online (SIPO) dan Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) yang digelar Himpunan Pengusaha Konstruksi Reklame (HPKR) Samarinda, Rabu (11/2/2026) siang.
Saefuddin memberikan apresiasi atas inisiatif HPKR. Menurut dia, pelatihan tersebut merupakan langkah strategis dalam mempercepat digitalisasi layanan publik di Samarinda.
“Ini menunjukkan komitmen pelaku usaha untuk terus meningkatkan kapasitas dan mengikuti perkembangan teknologi dalam pelayanan perizinan,” kata Saefuddin dikutip dari siaran resmi.
Dia menekankan, SIPO adalah terobosan penting untuk mewujudkan layanan yang modern, efisien, dan transparan. Digitalisasi, kata dia, bukan sekadar perubahan sistem, melainkan upaya membangun tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada kemudahan masyarakat.
Selain SIPO, Saefuddin juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap SIMBG. Sistem berbasis web ini digunakan dalam proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), Surat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung (SBKBG), Rencana Teknis Pembongkaran Bangunan Gedung (RTB), hingga pendataan bangunan gedung.
Menurutnya, keberhasilan implementasi kedua sistem tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran aktif pelaku usaha, khususnya yang tergabung dalam HPKR menjadi kunci utama.
Saefuddin berharap peserta memahami alur dan prosedur perizinan secara komprehensif, menguasai penggunaan SIMBG, serta mengetahui hak dan kewajiban sebagai pemohon izin. Dirinya juga mendorong peserta menjadi agen sosialisasi di lingkungan usaha masing-masing.
“HPKR harus terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga tata kelola usaha yang tertib, transparan, dan sesuai regulasi,” ujar Saefuddin.
Menutup sambutannya, Wawali menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan perizinan akan berdampak langsung pada iklim investasi dan pembangunan daerah.
“Semoga pelatihan ini memberi dampak nyata bagi kualitas layanan dan mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif di Kota Samarinda,” pungkasnya. (xl)












