SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim memastikan daging dan bahan pokok penting (bapokting) tetap tersedia menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Sebagaimana disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Kaltim Ali Wardana.
Dia mengatakan Pemprov terus melakukan monitoring harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di seluruh wilayah Kaltim. Bukan hanya di kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan.
Menurutnya, pemantauan dilakukan secara rutin baik menjelang hari besar keagamaan maupun pada hari-hari biasa untuk mengetahui perkembangan harga dan mengantisipasi potensi kenaikan sejak dini.
“Dari hasil pantauan kami, ketersediaan barang kebutuhan pokok masih cukup aman untuk beberapa bulan ke depan, khususnya menjelang Idul Adha. Sementara untuk harga memang fluktuatif, tetapi masih dalam kategori wajar,” terang Ali dalam Dialog Publika TVRI Kaltim.
Dia menjelaskan, harga cabai yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan kini mulai menunjukkan tren penurunan sekitar 3,5 persen. Kondisi tersebut dinilai cukup melegakan masyarakat karena cabai menjadi salah satu komoditas penting dalam kebutuhan rumah tangga saat hari raya.
Selain itu, harga daging ayam juga masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Rata-rata harga ayam di pasaran saat ini berkisar Rp39 ribu per kilogram atau masih di bawah acuan harga sebesar Rp40 ribu per kilogram.
Sementara itu, komoditas yang menjadi perhatian utama saat ini adalah daging sapi. Ali menyebut peningkatan permintaan menjelang Iduladha membuat harga daging sempat mengalami kenaikan, khususnya di Samarinda.
“Data harga yang disampaikan pemerintah merupakan rata-rata harga dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, sehingga terdapat kemungkinan perbedaan harga antardaerah,” ucapnya.
Sementara itu Kepala UPTD Balai Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Kota Samarinda Kartika Hatmisari menegaskan pihaknya bertugas memastikan daging yang dipasarkan kepada masyarakat dalam kondisi aman, sehat, utuh, dan halal.
Kartika menjelaskan, Rumah Potong Hewan milik Pemerintah Kota Samarinda telah mengantongi sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Sehingga pengawasan terhadap proses pemotongan dan kualitas produk terus diperketat.
“RPH kami bertugas memastikan daging yang berasal dari rumah potong layak dikonsumsi masyarakat dan memenuhi prinsip aman, sehat, utuh, serta halal,” sebutnya.
Saat ini, lanjut Kartika, Samarinda memiliki satu Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia milik pemerintah untuk sapi dan kerbau, serta masing-masing satu RPH unggas dan babi. Sementara untuk RPH swasta, seluruhnya diwajibkan memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) sebagai bentuk jaminan higienitas dan kualitas produk.
Kartika menyebut peningkatan permintaan daging menjelang Iduladha tidak sebesar saat Ramadan dan Idulfitri. “Sebab, pada momentum Iduladha masyarakat cenderung membeli hewan hidup untuk kurban dibandingkan membeli daging siap konsumsi,” tandasnya. (xl)












