KUTAI KARTANEGARA – Menjelang satu pekan sebelum Iduladha 2026, penjualan hewan kurban di Kecamatan Tenggarong disebut mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Salah seorang penjual hewan kurban, Mitra Abadi di Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong mengaku mengurangi jumlah stok karena daya beli masyarakat dinilai menurun.
Pemilik Mitra Abadi, Jo mengatakan saat ini tersedia sekitar 18 ekor sapi dan 15 ekor kambing untuk kebutuhan kurban tahun ini.
“Kalau melihat kondisi tahun ini memang ada penurunan dibanding tahun lalu, jadi kami belum berani menambah stok,” ujarnya.
Jo menyebut pada Iduladha tahun sebelumnya jumlah hewan kurban yang dijual jauh lebih banyak. Saat itu, stok sapi mencapai lebih dari 40 ekor, sedangkan kambing mencapai sekitar 50 ekor.
Meski penjualan menurun, harga hewan kurban tahun ini disebut masih relatif stabil.
Untuk sapi jenis Bali, harga dijual mulai Rp18 juta hingga Rp23 juta per ekor. Sementara kambing dibanderol mulai Rp4 juta hingga Rp6,5 juta tergantung ukuran.
“Kalau di daerah lain biasanya ada kenaikan karena biaya transportasi, tapi di sini harganya masih sama seperti tahun lalu,” katanya.
Jo menjelaskan sebagian hewan kurban yang dijual berasal dari peternak lokal dan sebagian lainnya didatangkan dari luar daerah.
Dia juga menuturkan beberapa sapi berukuran besar sudah dipesan pembeli untuk dibawa ke Kecamatan Kembang Janggut. Sementara terkait pemeriksaan kesehatan hewan kurban, Jo mengatakan pihaknya telah mendapat informasi bahwa petugas kesehatan hewan akan melakukan pengecekan menjelang Iduladha.
“Biasanya H-3 atau H-4 dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan,” ucapnya. (fjr)












