JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto tidak hadir dalam kegiatan pembuka rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Yaitu Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional, Jakarta, Sabtu (1/8/2026).Kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, sejatinya Prabowo ingin hadir dalam acara ini. Namun dia mesti menjalankan tugas kenegaraan yang menurutnya tidak bisa ditinggalkan.
“Izinkan saya menyampaikan salam hangat dan hormat dari Bapak Presiden RI, yang sesungguhnya beliau sangat bekeinginan untuk hadir bersama-sama kita pada malam ini,” dalih Nasaruddin.
“Tetapi insyaallah, mudah-mudahan tanpa mengurangi, karena beliau ada juga tugas kenegaraan yang sangat penting, dan beliau menyampaikan salam kepada kita semuanya,” sambungnya.
Zikir dan Doa Kebangsaan ini sendiri diisi dengan Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Sejumlah pejabat negara dan enam pemuka agama turut menghadiri kegiatan yang diperkirakan diikuti sekitar 100 ribu peserta tersebut.
Demi menjaga keamanan, Polri mengerahkan 7.643 personel gabungan yang berasal dari kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Dishub DKI Jakarta juga menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional dan menyediakan 19 kantong parkir bagi peserta.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menjelaskan, rangkaian Bulan Kemerdekaan tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan masyarakat.
“Perayaan bulan kemerdekaan tahun ini dirancang secara kolaboratif melalui kerja sama berbagai kementerian dan lembaga, serta juga melibatkan partisipasi masyarakat seluas-luasnya,” terangnya. (xl)












