JAKARTA – PSSI menyatakan dukungan terhadap rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual saham senilai miliaran dolar hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Dukungan itu disampaikan Ketua umum PSSI Erick Thohir kepada Sky News.
Erick beralasan uang yang terkumpul dari pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) bisa memainkan peran penting dalam meningkatkan standar sepak bola di Indonesia. Apalagi FIFA telah banyak berkontribusi dalam persepakbolaan Tanah Air.
“Sepak bola Indonesia telah mengalami transformasi dalam tiga tahun terakhir, telah dibenahi dan dibersihkan. Peringkat tim nasional juga naik dari posisi 174 ke 118. Untuk melanjutkan transformasi ini, dibutuhkan pendanaan,” dalihnya.
Meski demikian, Erick menyatakan keputusan akhir tetap berada di tangan 211 asosiasi anggota FIFA. Yaitu melalui mekanisme pemungutan suara.
“Jika anggota FIFA menyetujuinya, itu menunjukkan memang ada kebutuhan agar kesepakatan ini terlaksana,” tegasnya.
Sebelumnya ramai pemberitaan federasi sepak bola Eropa UEFA yang menolak rencana FIFA menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta. UEFA bahkan mengancam akan memboikot penyelenggaraan turnamen resmi FIFA, khususnya Piala Dunia.
Diketahui, Infantino berencana menjual saham Piala Dunia melalui perusahaan baru yang akan dinamai FIFA Forward Enterprise (FFE) sebagai wadahnya. Para investor swasta bisa terlibat dalam perusahaan ini dikawal FIFA dan Thrive Eternal, perusahaan asal Amerika Serikat sebagai pemimpin kelompok investor.
Dengan skema ini disebutkan bahwa negara anggota FIFA bisa membeli saham minoritas dan medapatkan pemasukan tambahan. Rencana mendapat penolakan keras dari berbagai pihak, terutama federasi yang merupakan anggota FIFA.
UEFA yang berisikan 55 negara secara tegas menginginkan FIFA untuk membatalkan rencana ini. Mereka menilai Piala Dunia bukanlah produk yang bisa dijual begitu saja ke investor. (xl)












