Rahasia Tetap Bugar Selama Ramadan, Simak Tipsnya

Foto : Makanan saat berbuka puasa. (realfood.co.id)

BULAN Ramadan kerap dimanfaatkan banyak orang bukan hanya untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga sebagai momentum memperbaiki pola hidup, termasuk menjaga berat badan dan kesehatan tubuh.

Tak sedikit yang berharap berat badan turun atau komposisi tubuh menjadi lebih ideal setelah sebulan berpuasa. Namun, hasil yang diperoleh setiap orang bisa berbeda-beda. Semua bergantung pada pola makan saat sahur dan berbuka.

Sebagian orang merasa tubuhnya lebih ringan dan lemak berkurang selama Ramadan. Di sisi lain, ada pula yang justru mengalami kenaikan berat badan akibat pola makan yang tidak terkontrol, terutama saat berbuka puasa.

Baca Juga  Dispora Kukar Dorong Pemuda Tangguh dan Percaya Diri Lewat Pembinaan Berkelanjutan

Binaragawan dan pakar kebugaran Ade Rai membagikan tips sederhana agar puasa tetap efektif membantu pembakaran lemak. Ia menyarankan untuk membatasi konsumsi karbohidrat saat sahur.

“Kalau berkenan, saat sahur jangan memasukkan karbohidrat,” ujar Ade Rai.

Menurutnya, saat sahur tanpa asupan karbohidrat dan lebih mengutamakan protein seperti telur atau ikan, kadar gula darah tidak akan melonjak drastis. Kondisi ini membuat tubuh tetap menggunakan lemak sebagai sumber energi selama berpuasa.

“Kalau gula darah tidak naik, badan masih akan pakai lemak sebagai sumber tenaga,” jelasnya.

Dengan cara tersebut, Ramadan bisa menjadi momentum tidak hanya untuk pembersihan spiritual, tetapi juga perbaikan kesehatan fisik.

Baca Juga  Pemkot Bontang Belajar Pengelolaan Sampah dan Perumda ke Cilegon

Namun, Ade Rai mengingatkan agar upaya tersebut tidak sia-sia akibat pola makan berlebihan saat berbuka. Ia menilai banyak orang melakukan “overkompensasi” karena merasa sudah menahan lapar seharian.

“Ada yang begitu buka merasa berhak makan banyak karena sudah puasa seharian,” katanya.

Pola pikir tersebut justru dapat menggagalkan manfaat puasa bagi kesehatan. Ia juga menyarankan agar tidak langsung berbuka dengan makanan atau minuman manis untuk menghindari lonjakan gula darah yang cepat.

Dengan pengaturan asupan saat sahur serta menghindari konsumsi berlebihan saat berbuka, puasa Ramadan dapat menjadi kesempatan untuk menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan secara menyeluruh. (zu)