Rencana Bioskop XXI di Tangga Arung Square Gagal, Wabup Kukar Bilang Begini

Ketimpangan Penguasaan Kios dan Tingginya Retribusi "Hantui" Pasar Tangga Arung Square
Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin saat diwawancarai di Caffe Sanjung, Tenggarong. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA – Rencana menghadirkan bioskop di Tangga Arung Square, Tenggarong, tetap dilanjutkan meski kerja sama dengan jaringan bioskop XXI dipastikan batal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kini membuka peluang bagi investor lain untuk mengembangkan fasilitas hiburan tersebut.

Wakil Bupati (Wabup) Kukar Rendi Solihin mengatakan, pemerintah tetap mempertahankan Tangga Arung Square sebagai lokasi pembangunan bioskop. Karena dinilai lebih efisien dibandingkan membangun gedung baru.

“Kalau bangun tempat baru, biayanya sangat besar. Investasi yang paling memungkinkan adalah memanfaatkan Tangga Arung Square yang sudah ada,” ujarnya usai meninjau kawasan tersebut, Sabtu (11/7/2026).

Baca Juga  Ultimatum Mendadak Penertiban Tahura, Otorita IKN Resahkan Masyarakat Samboja Barat

Rendi menyebut, pembatalan kerja sama dengan XXI terjadi karena adanya perbedaan konsep investasi. Pihak XXI menginginkan pembangunan gedung baru, sementara Pemkab Kukar memilih mengoptimalkan bangunan yang sudah tersedia.

“Kalau yang kemarin, untuk XXI itu tidak jadi masuk di sini. Karena mereka maunya bangun sendiri,” katanya.

Bagi pemerintah daerah, pemanfaatan Tangga Arung Square bukan hanya soal menghadirkan fasilitas hiburan, tetapi juga bagian dari upaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.Rendi menilai, jika investor membangun gedung sendiri di lokasi lain, manfaat jangka panjang bagi daerah akan jauh lebih kecil dibandingkan memanfaatkan aset yang sudah dimiliki pemerintah.

Baca Juga  Pemprov Kaltim Klaim Stok Kebutuhan Pokok Cukup sampai Hari Raya Idulfitri 2024

“Kalau bangun sendiri, keuntungan jangka panjang untuk daerah itu kurang. Artinya kami tetap maunya ada di sini, namun keuntungan dan manfaat untuk daerah juga tetap ada,” jelasnya.

Meski batal bekerja sama dengan XXI, Pemkab Kukar memastikan peluang investasi masih terbuka bagi perusahaan lain yang berminat mengembangkan bioskop di Tangga Arung Square.

“Iya, terbuka untuk siapa pun yang mau masuk,” ujarnya.

Namun, Rendi belum bersedia mengungkapkan apakah sudah ada investor lain yang menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah. “Belum bisa saya spill (ungkap) dulu,” tuturnya. (fjr)