SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan aksi demonstrasi 21 April 2026 yang berlangsung relatif kondusif.
Aksi yang digelar Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim itu berakhir sekitar pukul 17.45 WITA. Massa membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasi, tanpa bertemu langsung dengan gubernur di lokasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Rudy melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @h.rudymasud.
“Situasi keamanan kondusif sampai selesainya penyampaian aspirasi di Bumi Etam,” ujarnya.
Ia menilai aksi tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus berbenah. Rudy mengakui, dalam satu tahun masa kepemimpinannya, masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki.
Menurutnya, evaluasi akan terus dilakukan guna meningkatkan kinerja pemerintah daerah.
“Di tangan kalian, masa depan Kaltim ditentukan,” katanya.
Rudy juga menyebut aspirasi yang disampaikan massa sebagai masukan penting bagi pemerintah. “Masukannya sangat berarti,” ucapnya.
Ia berharap masyarakat dapat turut mengawal perbaikan kebijakan pemerintah ke depan.
Namun, dalam pernyataannya itu, Rudy tidak menyinggung secara spesifik tuntutan yang disampaikan massa aksi.
Sebagaimana diketahui, terdapat tiga tuntutan utama yang disuarakan dalam aksi tersebut, yakni evaluasi program pemerintah daerah, penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta politik dinasti, serta mendorong DPRD Kaltim menggunakan hak angket untuk mengkaji kebijakan gubernur dan wakil gubernur.
Upaya konfirmasi oleh awak media juga telah dilakukan usai aksi. Namun, Rudy tidak memberikan tanggapan lebih lanjut dan memilih meninggalkan lokasi.
“Silakan tanya Sekda nanti,” ujarnya singkat. (Zu)












