Samarinda Masih Kekurangan 500 Guru, DPRD Dorong Skema PGLP

Ilustrasi guru mengajar. (Istimewa)

SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menerapkan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Guru Langsung Penempatan (PGLP) sebagai salah satu solusi mengatasi kekurangan tenaga pendidik di sekolah negeri.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, M. Novan Syahronny Pasie, mengatakan persoalan kekurangan guru menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi kualitas layanan pendidikan, baik di tingkat SD maupun SMP.

“Kami sepakat mengusulkan skema PGLP untuk mengatasi kekurangan guru. Saat ini masih banyak guru lepas yang hanya dibayar melalui dana BOSDA maupun BOSNAS,” ujar Novan.

Baca Juga  Pemkab PPU Matangkan Rencana Pemekaran Lima Kecamatan Baru

Menurut Novan, saat ini sekolah-sekolah negeri di Samarinda masih membutuhkan sekitar 500 guru untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.

Selain menutup kekurangan guru, skema PGLP juga dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan guru lepas yang selama ini mengandalkan honor dari dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) maupun Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS).

Ia menilai besaran honor yang diterima sebagian guru lepas masih jauh dari layak.

“Jangan sampai masih ada guru yang menerima pendapatan di bawah satu juta rupiah per bulan. Kondisi seperti ini tentu perlu menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Baca Juga  Perkuat Konservasi Laut, Kaltim Targetkan Pengelolaan Berkelanjutan Lewat Evika 2.0

Novan menjelaskan, skema PGLP dapat menjadi alternatif di tengah keterbatasan pemerintah daerah dalam merekrut tenaga non-ASN. Melalui mekanisme tersebut, guru lepas diharapkan memperoleh kepastian penempatan sekaligus peningkatan kesejahteraan.

Usulan tersebut, lanjutnya, akan dibahas bersama Badan Anggaran DPRD sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pendidikan di Kota Samarinda.

Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan guru harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, ketersediaan tenaga pendidik yang memadai menjadi salah satu faktor penting agar proses belajar mengajar berlangsung optimal.

“Kami berharap usulan ini dapat ditindaklanjuti sehingga kebutuhan guru di Samarinda dapat dipenuhi secara bertahap, sekaligus memberikan penghargaan yang lebih layak kepada para guru yang selama ini telah mengabdi,” pungkasnya. (adv/zu)