KUTAI KARTANEGARA — Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 tidak hanya dipusatkan di kawasan Kedaton Kutai Kartanegara (Kukar). Rangkaian kegiatan tahun ini akan berlangsung di empat titik, dengan masing-masing lokasi memiliki fungsi dan rangkaian acara berbeda.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Heriansyah mengatakan, persiapan pelaksanaan Erau sudah dilakukan, termasuk pembentukan kepanitiaan.
“Dalam persiapan ini kita sudah membentuk kepanitiaan. Sekretariat kita fokuskan di samping Kedaton,” kata Heriansyah di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Selasa (25/8/2026).
Titik pertama pelaksanaan Festival berada di Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Lokasi itu akan menjadi pusat pelaksanaan upacara sakral yang mengikuti pakem Kesultanan.
“Satu, di Kedaton itu sendiri untuk pelaksanaan upacara sakral yang sudah pakem dari Kesultanan,” ujarnya.
Sementara untuk titik kedua akan berada di depan Kedaton. Di lokasi tersebut akan digelar pentas seni yang melibatkan pelajar.
Menurut Heriansyah, keterlibatan siswa tidak sekadar untuk memeriahkan acara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan adat dan budaya Kutai kepada generasi muda.
“Melibatkan anak-anak sekolah, seperti sosialisasi dan menginternalisasikan itu kepada anak-anak sekolah kita. Itu bagaimana mereka paham dengan adat istiadat dan budaya yang ada di Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Kemudian, Stadion Rondong Demang akan menjadi titik ketiga pelaksanaan Erau 2026. Stadion digunakan untuk kegiatan seremonial pemerintahan. Selain itu, area parkir stadion juga akan menjadi lokasi ekspo dan hiburan rakyat.
Adapun titik keempat berada di Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana. Lokasi ini memiliki kaitan dengan sejarah awal Kerajaan Kutai Kartanegara.
Heriansyah mengatakan sejumlah kegiatan seni tradisional akan digelar di desa tersebut, termasuk perlombaan dan pertunjukan tari. “Yang keempat itu di Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, sebagai negeri jahitan layar, asal-muasal dari Kerajaan Kutai Kartanegara,” katanya.
Rangkaian kegiatan di Kutai Lama kemudian akan ditutup dengan napak tilas Putri Karang Melenu dan Aji Batara Agung Dewa Sakti. Dalam rangkaian tersebut, naga akan dilarung di Desa Kutai Lama.
“Di mana pada endingnya nanti napak tilas Putri Karang Melenu dan Aji Batara Agung Dewa Sakti. Itu naga itu kita larungkan atau kita telurkan di Desa Kutai Lama,” ujar Heriansyah.
Untuk pelaksanaan seremonial di Stadion Rondong Demang, Heriansyah mengatakan Kesultanan juga telah menunjuk kolaborasi antara Cahaya Kedaton dan Komunitas Seni Budaya Seraong Kaltim. (fjr)












