Wisuda Santri PPIQ Miftahul Ulum, Sekda Kukar Soroti Pentingnya Membangun Generasi Qurani

Wisuda Santri PPIQ Miftahul Ulum, Sekda Kukar Soroti Pentingnya Membangun Generasi Qurani
Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara saat menghadiri Wisuda Santri di PPIQ Miftahul Ulum Tenggarong. (Dok. Pemkab Kukar)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menilai pendidikan Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, saat menghadiri Haflah Akhirussanah di Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PPIQ) Miftahul Ulum Tenggarong, Senin (1/6/2026).

Menurut Sunggono, capaian para santri yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz serta berbagai metode pembelajaran keagamaan merupakan bukti nyata kesungguhan dalam menuntut ilmu.

Dia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi modal penting bagi daerah dalam mencetak sumber daya manusia yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Baca Juga  Kemenag Kukar Didesak Usut Tuntas Dugaan Pelecehan di Ponpes Tenggarong Seberang

“Para santri telah menunjukkan ketekunan, kedisiplinan, dan komitmen yang luar biasa dalam menempuh pendidikan Al-Qur’an. Ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Sunggono menilai pendidikan pesantren memiliki kontribusi besar dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, serta memiliki kepedulian sosial. Menurutnya, pendidikan Al-Qur’an tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga membangun karakter yang akan menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

Dia menyebut investasi di sektor pendidikan keagamaan merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah jangka panjang. Sebab, kualitas sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan spiritual dan moral.

Baca Juga  Potret Perjalanan Pemilu 2024, Dhandy Laksono Ungkap Proses Pembuatan Dirty Vote

“Generasi yang memahami nilai-nilai Al-Qur’an akan menjadi kekuatan penting dalam membangun masyarakat yang religius, beradab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Lebih lanjut, Sunggono menilai para santri yang diwisuda memiliki peluang besar menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu menyebarkan nilai-nilai kebaikan, memperkuat kehidupan sosial, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Pada kesempatan itu, Pemkab Kukar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, pengasuh, serta ustaz dan ustazah PPIQ Miftahul Ulum yang dinilai konsisten membina dan mendidik generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an.

Sunggono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung perkembangan pendidikan keagamaan di Kukar, termasuk mendorong generasi muda agar semakin mencintai Al-Qur’an.

Baca Juga  Dorong Good Governance, Diskominfo Kukar Gelar Bimtek SAKIP

“Melalui pendidikan Al-Qur’an, kita berharap lahir generasi yang mampu membawa kemajuan bagi daerah sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah perkembangan zaman,” pungkasnya. (fjr)