Shelter Dinsos Kukar Overkapasitas, Penghuni Terpaksa Tinggal Lebih Lama

Shelter Dinsos Kukar Overkapasitas, Penghuni Terpaksa Tinggal Lebih Lama
Kantor Dinsos Kukar. (fajar/komparasinews)

KUTAI KARTANEGARA – Shelter milik Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami krisis kapasitas. Fasilitas yang seharusnya menjadi tempat penampungan sementara bagi warga terlantar itu kini dihuni hampir dua kali lipat dari kapasitas normal.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kukar, Sunarko pada Jumat (27/3). Ia mengungkapkan shelter tersebut idealnya hanya menampung 10 orang. Namun kenyataannya, jumlah penghuni saat ini mencapai 18 hingga 19 orang, didominasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Baca Juga  Diskominfo Masuk Peringkat 4 Terbaik dalam Pengelolaan Kearsipan di Kukar

“Jumlah penghuni mencapai sekitar 18 sampai 19 orang, dan sebagian besar merupakan ODGJ,” jelas Sunarko.

Shelter ini difungsikan sebagai lokasi penanganan sementara sebelum warga dirujuk ke panti sosial tingkat provinsi. Normalnya, masa tinggal hanya berlangsung 7 hingga 14 hari. Namun proses rujukan di lapangan tidak berjalan sesuai prosedur.

Sunarko menyebut, panti sosial di tingkat provinsi belum beroperasi optimal. Kondisi itu membuat banyak penghuni tidak dapat dipindahkan sesuai waktu yang seharusnya.

Baca Juga  Jalan Poros Kota Bangun-Kenohan Rusak, Pemkab Kukar Minta Perusahaan Ikut Tanggung Jawab

“Karena panti provinsi belum optimal, beberapa penghuni akhirnya harus tinggal lebih lama. Bahkan ada yang sampai bertahun-tahun,” katanya.

Keterlambatan rujukan tersebut menyebabkan shelter Kukar terus kelebihan kapasitas dan mengalami beban pelayanan yang semakin berat. Meski begitu, Dinsos Kukar tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada para penghuni. (fjr)