KUKAR IDAMAN SEP 26

Bukan Sekadar Program, Bupati Kukar Dorong Pangan Aman Jadi Gerakan Bersama

Bukan Sekadar Program, Bupati Kukar Dorong Pangan Aman Jadi Gerakan Bersama
Bupati Aulia Rahman Basri usai menandatangani MoU pada kegiatan Advokasi Terpadu di Pendopo Odah Etam. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong upaya keamanan pangan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Hal ini ditegaskan Bupati Kukar saat membuka kegiatan advokasi terpadu Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas di Pendopo Bupati, Senin (27/4/2026).

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, sektor kesehatan memiliki peran penting dalam menunjang produktivitas masyarakat. Menurutnya, kondisi kesehatan yang baik akan berdampak langsung pada kemampuan ekonomi warga.

“Orang yang sehat akan lebih produktif, dan itu berpengaruh pada kemampuan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Aulia menjelaskan, salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan adalah memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak. Proses tersebut mencakup seluruh tahapan, mulai dari pengolahan hingga sampai ke rumah tangga.

Baca Juga  Ngulur Naga dan Belimbur Jadi Puncak Perayaan Festival Erau Adat Kutai 2026

Namun, Bupati mengatakan bahwa upaya mewujudkan pangan aman tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar program berjalan efektif.

“Ini bukan tanggung jawab satu instansi. Harus ada kerja bersama untuk membangun ekosistem pangan yang sehat,” kata Aulia.

Dia juga mengingatkan agar program pangan aman tidak berhenti pada kegiatan sesaat, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehari-hari.

Baca Juga  Sirkuit Tepian Langsat Diresmikan, Bagian Persiapan Menjadi Kecamatan

“Kalau sudah menjadi budaya, masyarakat akan terbiasa menjalankan pola hidup sehat tanpa harus diingatkan,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kukar mengintegrasikan empat program utama, yakni Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman, Sekolah Pangan Aman, dan Tempat Pangan Aman. Keempat program ini diharapkan berjalan secara terpadu di seluruh wilayah Kukar.

Aulia turut menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk bekerja secara sinergis dan tidak berjalan sendiri-sendiri. “Semua harus bergerak bersama. Kalau bekerja parsial, hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya.

Bupati menyebut, keberhasilan program pemerintah tidak diukur dari proses, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. “Yang dilihat masyarakat adalah manfaatnya. Maka hasil kerja kita harus benar-benar dirasakan,” ucapnya. (fjr)