Bontang Masuk Milan Urban Food Policy Pact, Wawali Najirah Bilang Begini

Bontang Masuk Milan Urban Food Policy Pact, Wawali Najirah Bilang Begini
Wawali Bontang Najirah (tengah, baju cokelat) berfoto bersama dalam bimtek optimalisasi ketersediaan, stabilitas, kerawanan, keamanan, dan penganekaragaman konsumsi pangan bagi masyarakat, Selasa (9/8/2022). (Humas Kaltim)

BONTANG – Kota Taman kembali menorehkan prestasi. Yaitu kembali mendapatkan penghargaan sebagai anggota baru Milan Urban Food Policy Pact (MUFPP).

Atas pencapaian ini Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Najirah mengucapkan terima kasih kepada para stakeholder, pelaku usaha serta masyarakat. Yang selama ini baik secara sadar atau tidak telah membantu meningkatkan ketahanan pangan Bontang.

“Sehingga pada tanggal 30 Mei 2022 ini Kota Bontang meraih penghargaan dari Gubernur Provinsi Kalimantan Timur sebagai terbaik 2 kategori ketahanan pangan se-Kaltim,” ungkap Najirah

Baca Juga  Mantap! Pemkot Bontang Kembali Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

“Serta pada tanggal 03 agustus 2022 Kota Bontang kembali mendapatkan penghargaan sebagai anggota baru MUFPP,” ungkap Najirah dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Ketersediaan, Stabilitas, Kerawanan, Keamanan Dan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bagi Masyarakat, Selasa (9/8/2022) garapan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3).

MUFPP sendiri merupakan organisasi internasional yang fokus bergerak dalam sistem pangan perkotaan yang berkelanjutan. Prestasi itu mengantarkan Kota Bontang yang berhasil bergabung bersama 215 kota lain di seluruh dunia yang terhimpun dalam MUFPP.

Baca Juga  Camat Diminta Dukung Fasilitas Relawan PMI yang Kawal Masyarakat Saat Mudik

Kepala DKP3 Eddy Forestwanto dalam laporannya menyampaikan tujuan dari diselenggarakan bimtek tersebut untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya akan ketahanan pangan.

“Bimtek kali ini mengangkat tema ‘Optimalisasi Ketersediaan, Stabilitas, Kerawanan, Keamanan Dan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bagi Masyarakat’ untuk memberikan pengetahuan kepada peserta, mengenai sub sistem ketahanan pangan secara utuh agar peserta mampu mengaplikasikannya kepada kegiatan ushanya sehari-hari, dan dapat meningkatkan kesejahteraan di masyarakat,” urainya. (xl)