
SAMARINDA – Menurunnya capaian siswa pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, khususnya mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia, mendapat perhatian dari DPRD Kota Samarinda. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator penting yang perlu dievaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahroni Pasie, menegaskan bahwa hasil TKA tidak seharusnya hanya dipandang sebagai data statistik. Menurutnya, perlu ada kajian menyeluruh guna mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi capaian akademik peserta didik.
Ia menilai penurunan hasil pada dua mata pelajaran dasar tersebut menjadi sinyal yang perlu ditindaklanjuti secara serius. Pasalnya, kemampuan berhitung dan berbahasa merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
“Kalau ini terjadi secara nasional, berarti ada persoalan yang harus dicermati bersama. Matematika dan Bahasa Indonesia merupakan kemampuan dasar yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Novan menyebut salah satu persoalan yang diduga turut memengaruhi kualitas pembelajaran adalah masih terbatasnya jumlah tenaga pendidik. Kondisi tersebut juga dirasakan di Kota Samarinda yang hingga kini masih menghadapi kekurangan guru di berbagai jenjang pendidikan.
Berdasarkan data yang ada, kebutuhan tenaga pengajar di Samarinda belum sepenuhnya terpenuhi. Bahkan, jumlah kekurangan guru diperkirakan terus bertambah seiring adanya pegawai yang memasuki masa pensiun dan belum sebanding dengan proses rekrutmen yang tersedia.
“Di Samarinda saat ini kekurangan guru masih cukup besar. Hingga akhir tahun nanti jumlahnya diperkirakan semakin bertambah,” kata Novan.
Menurutnya, keterbatasan formasi dan regulasi yang berlaku membuat sekolah harus mencari berbagai alternatif untuk menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan. Salah satunya dengan memanfaatkan guru non-ASN yang pembiayaannya bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Meski dapat menjadi solusi sementara, Novan menilai langkah tersebut belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Ketersediaan tenaga pengajar yang memadai dan berkualitas tetap menjadi kebutuhan utama untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Karena itu, Komisi IV DPRD Samarinda mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan pemenuhan kebutuhan guru. Langkah tersebut dinilai penting agar kualitas pembelajaran dapat terus ditingkatkan dan capaian akademik siswa di masa mendatang menjadi lebih baik. (adv/zu)












