Erau Adat Kutai 2026 Dikelola Kesultanan, Pemkab Kukar Pastikan Tetap Sesuai Aturan

Peluncuran Festival Budaya Erau Adat Kutai Tahun 2026 di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Kamis. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA – Pelaksanaan Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 akan sepenuhnya dikelola Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Kebijakan ini berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang dikelola bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, pengelolaan oleh Kesultanan dilakukan untuk menjaga nilai dan marwah Erau sebagai pesta adat dan budaya Kutai. Meski demikian, Pemkab Kukar memastikan pelaksanaan Erau tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. 

Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar bersama Kesultanan akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kukar dalam pelaksanaan kegiatan.

“Iya, biar tingkat value dari Erau itu bisa kita jaga. Alasan kita adalah biar value-nya ini bisa kita jaga, tetapi kita tidak mau ini sekali lagi keluar dari koridor-koridor pelaksanaan yang sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Aulia.

Baca Juga  Santai Hadapi Wacana Pilkada Melalui DPRD, PDI Perjuangan Kukar Bilang Begini

Hal tersebut disampaikan Aulia seusai peluncuran Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (20/8/2026). Menurut Aulia, pelaksanaan Erau tahun ini diharapkan dapat berlangsung secara utuh tanpa menghilangkan rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi tersebut.

“Harapan kami adalah Erau tahun ini tetap utuh kita laksanakan pelaksanaannya sehingga tidak ada bagian-bagian yang terpotong,” ujarnya.

Erau Adat Kutai 2026 mengusung tema “Raja Menjamu Rakyatnya” dan dijadwalkan berlangsung pada 20–27 September 2026. Aulia mengatakan, masyarakat akan dilibatkan lebih luas dalam sejumlah rangkaian kegiatan, termasuk olahraga tradisional dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. 

Namun, keterlibatan tersebut tetap diarahkan agar tidak mengurangi nilai kesakralan Erau.

“Kita berharap kegiatan Erau tahun ini bisa lebih banyak lagi melibatkan warga masyarakat, misalnya dari kegiatan olahraga tradisional dan kegiatan lainnya tanpa mengurangi nilai kesakralan daripada Erau ini,” katanya.

Baca Juga  Harga Cabai di Samarinda Terus Melonjak, Penjual dan Pembeli Mengaku Rugi

Peluncuran Erau 2026 juga menjadi bagian dari sosialisasi kegiatan ke berbagai daerah di Kalimantan Timur. Pemkab Kukar berencana menyampaikan informasi mengenai Erau kepada 10 kabupaten/kota.

Menurut Aulia, langkah tersebut berkaitan dengan sejarah dan keterkaitan wilayah-wilayah di Kaltim dengan entitas Kerajaan Kutai.

Sementara itu, Juru Bicara Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pangeran Notonegoro Heriansyah menjelaskan, Erau memiliki makna riang gembira atau suasana suka cita yang dirasakan masyarakat. Dalam tradisi Erau terdapat pihak yang di-Erau-kan dan pihak yang meng-Erau-kan. Tradisi tersebut kemudian melibatkan masyarakat untuk bersama-sama merayakan dan bersukacita.

“Erau itu sendiri kan maknanya adalah riang gembira. Yang Erau itu siapa? Seluruh rakyat dan seluruh masyarakat bersukaria,” ujar Heriansyah.

Baca Juga  Samarinda dan Bontang Masuk Nominasi Kota Percontohan Antikorupsi dari KPK RI

Menurut dia, makna tersebut penting untuk terus disosialisasikan kepada generasi muda agar Erau tidak hanya dipahami sebagai rangkaian pesta adat, tetapi juga sebagai tradisi yang mengandung nilai-nilai kehidupan.

Heriansyah berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Erau dapat dipahami dan diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (fjr)