Kabut Asap dan Cuaca Kering Mengancam, Dinkes Kukar Minta Warga Pakai Masker

Kabut Asap dan Cuaca Kering Mengancam, Dinkes Kukar Minta Warga Pakai Masker
Ilustrasi.

KUTAI KARTANEGARA – Kondisi cuaca kering yang disertai debu dan kabut asap mulai menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar). Masyarakat diminta meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Anak-anak, pralansia, dan lansia menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih. Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Kukar, Budy Setiawan mengatakan, penggunaan masker penting bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah.

“Untuk masyarakat, terutama untuk anak-anak sekolah yang memang wajib keluar dari rumah, itu usahakan pakai masker. Kemudian pakai jaket ataupun topi untuk melindungi dari serangan panas,” ujar Budy saat dihubungi, Rabu (12/8/2026).

Selain masker, masyarakat disarankan menggunakan pakaian yang dapat melindungi tubuh dari paparan langsung sinar matahari. Pilihannya bisa berupa baju lengan panjang, celana panjang, jaket, topi, jilbab, maupun payung.Sementara bagi pralansia dan lansia, Dinkes menyarankan agar aktivitas di luar rumah dikurangi jika tidak ada kepentingan mendesak.

Baca Juga  Jajal Kemampuan Atlet Tenis Meja, Bupati Paser Janji Berikan Bonus

“Kalau untuk orang lansia ataupun pralansia, kalau memang tidak perlu atau kurang memerlukan waktu untuk di luar rumah, ya sebaiknya stay safe saja di rumah,” katanya.

Budy juga mengingatkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Cuaca panas dan kering yang berlangsung cukup lama dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

“Jangan sampai kita dehidrasi. Minum cukup, paling tidak 1 sampai 2 liter dalam waktu sehari semalam, minum air putihnya,” ucapnya.

Baca Juga  Panitia Siapkan 12 Arena Lomba, Persiapan MTQ Kaltim di Kukar Capai 80 Persen 

Terkait kualitas udara, Budy mengatakan penentuan status bahaya udara merupakan kewenangan instansi yang menangani lingkungan hidup.

“Kalau masalah tentang berbahaya atau tidaknya udara, mungkin domainnya LHK. Dinas Lingkungan Hidup yang menentukan bahaya atau tidak,” jelasnya.

Namun, dari sisi kesehatan, paparan asap dalam jumlah banyak tetap dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.

“Tetapi kalau dari segi kesehatan, ya semakin banyak asap tentu akan berpotensi untuk menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan atas, seperti batuk, susah menelan, radang tenggorokan, dan sebagainya,” katanya.

Budy menyebut kondisi kering di Kukar telah berlangsung selama beberapa hari tanpa hujan. Kondisi tersebut juga mulai ditandai dengan meningkatnya debu dan munculnya kabut asap di sejumlah wilayah.

Baca Juga  Apresiasi Workshop Daur Ulang, Pemkab Kukar Siapkan Tangga Arung Square Jadi Pusat Edukasi Lingkungan

“Iya, sebenarnya sudah wajib menggunakan masker, karena kondisi sudah berhari-hari, mungkin sudah seminggu lebih atau malah 10 hari ke atas kayaknya belum ada hujan. Kemudian mulai berdebu, ada kabut juga,” sebutnya seraya mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi tersebut. (fjr)