KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-46 Tingkat Provinsi Kaltim telah mencapai sekitar 80 persen. Meski anggaran pelaksanaan dari APBD Perubahan belum cair, panitia memastikan seluruh tahapan persiapan tetap berjalan sesuai jadwal.
Sekretaris LPTQ Kukar Fairuz Khalil mengatakan, rapat digelar untuk memastikan kesiapan seluruh bidang menjelang pelaksanaan MTQ yang dijadwalkan berlangsung pada 3–12 Desember 2026.
“Pak Sekda ingin memastikan sejauh mana persiapan yang sudah dilaksanakan. Alhamdulillah, secara umum persiapan kita sudah mencapai sekitar 80 persen,” kata Fairuz usai Rapat Kordinasi di Kantor Bupati, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari arena perlombaan, transportasi, perhubungan, hingga pengamanan yang telah dibahas bersama seluruh bidang kepanitiaan.
Pusat kegiatan MTQ akan dipusatkan di Kompleks Perkantoran Bupati Kukar. Arena utama berada di halaman Kantor Bupati, sedangkan pameran kabupaten dan kota se-Kaltim akan menempati area parkir sisi selatan. Kawasan pujasera juga disiapkan sebagai lokasi UMKM selama pelaksanaan kegiatan.
Selain arena utama, panitia menyiapkan 12 lokasi perlombaan untuk menggelar 30 cabang yang dipertandingkan. Arena tersebar di sejumlah fasilitas pemerintah, di antaranya Ruang Serbaguna Kantor Bupati, Bappeda, BPKAD, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), hingga Gedung Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Fairuz memperkirakan sedikitnya 800 peserta akan mengikuti MTQ apabila seluruh kabupaten dan kota mengirimkan kafilah lengkap. Jumlah tersebut belum termasuk ofisial, pendamping, dan tamu, sehingga total kedatangan diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang.
Untuk akomodasi, masing-masing daerah akan menentukan sendiri lokasi penginapan dengan mengacu pada daftar hotel, penginapan, dan homestay yang telah disiapkan panitia.
Sementara Kafilah Kukar direncanakan menginap di Sekretariat Kwartir Cabang Pramuka dan Wisma PKK. Adapun Hotel Grand Elty dan Hotel Grand Fatma dipersiapkan untuk Dewan Hakim serta tim LPTQ Provinsi Kaltim.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Fairuz memastikan persiapan penyelenggaraan tidak mengalami hambatan berarti. Pembiayaan MTQ berasal dari APBD Kukar dan dukungan LPTQ Provinsi Kalimantan Timur.
“Pemerintah provinsi menanggung kebutuhan Dewan Hakim, panitia provinsi, dan hadiah juara. Sementara kebutuhan penyelenggaraan lainnya menjadi tanggung jawab Pemkab Kukar,” ujarnya.
Meski dana pelaksanaan dari APBD Perubahan masih menunggu pencairan, ia optimistis kondisi tersebut tidak akan mengganggu persiapan yang telah disusun.
“Kalau melihat pemetaan dan mitigasi yang sudah kami lakukan, insyaallah seluruh persiapan sudah terencana dengan baik dan tidak ada kendala berarti,” kata Fairuz. (fjr)












