Kasus Bunuh Diri Jadi Sorotan, DPRD Dorong Penguatan Pencegahan dan Kesehatan Mental

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Istimewa)

SAMARINDA – Meningkatnya kasus bunuh diri di Kota Samarinda menjadi perhatian Komisi IV DPRD Kota Samarinda. Selain mendorong penguatan layanan kesehatan mental, DPRD juga mengusulkan pemasangan pagar pengaman di sejumlah jembatan sebagai salah satu langkah pencegahan.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menilai upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini dan tidak hanya berfokus pada penanganan setelah peristiwa terjadi.

Menurutnya, edukasi mengenai kesehatan mental perlu dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga dan masyarakat, agar persoalan yang dihadapi seseorang dapat dikenali lebih awal.

“Ini adalah sebuah fenomena yang dipicu oleh berbagai persoalan. Yang paling penting adalah bagaimana edukasi dimulai dari lingkungan terdekat, terutama di tingkat RT, agar persoalan-persoalan yang muncul bisa dideteksi dan diselesaikan sejak dini sebelum berujung pada tindakan yang lebih fatal,” ujar Novan.

Baca Juga  Gubernur Kaltim Lantik Ribuan PPPK Tahap II, Tegaskan ASN Garda Terdepan Pelayanan Publik

Ia menyebut tekanan ekonomi, persoalan keluarga, hingga masalah pribadi dapat menjadi faktor yang memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Karena itu, keluarga, ketua RT, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar diharapkan lebih peka terhadap warga yang sedang mengalami tekanan.

Selain penguatan edukasi, Novan mengusulkan pemerintah memasang pagar pengaman di Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahkota II. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi risiko tindakan yang membahayakan keselamatan.

“Kalau kita melihat kondisi jembatan saat ini, fasilitas pengaman untuk pejalan kaki yang langsung berbatasan dengan sungai masih minim. Pemasangan pagar pengaman perlu dipertimbangkan agar bisa menjadi salah satu langkah pencegahan,” katanya.

Baca Juga  Perkuat Kepercayaan Konsumen, Rumah Cokelat Binaan MHU Selesaikan Sertifikasi Halal

Novan menambahkan, layanan konseling dan pendampingan psikologis sebenarnya telah tersedia di sejumlah puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah. Namun, fasilitas tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

Ia mengimbau masyarakat yang sedang menghadapi persoalan agar tidak memendam masalah seorang diri dan berani mencari dukungan dari keluarga, sahabat, maupun tenaga profesional.

“Kalau sedang menghadapi masalah, jangan dipendam sendiri. Dekatkan diri kepada Tuhan dan berceritalah kepada orang tua, saudara, atau orang yang dipercaya. Jangan hanya meluapkannya di media sosial, tetapi carilah orang yang benar-benar bisa membantu menenangkan dan memberikan solusi,” pungkasnya.

Baca Juga  Fitur Baru QRIS Diluncurkan, Dorong Inklusi Melalui Perluasan Akses Pembayaran

Novan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental terus meningkat sehingga upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan risiko kasus bunuh diri di Samarinda dapat ditekan. (adv/zu)