Kendala Regulasi Rampung, Insentif Guru Honorer Kukar Ditarget Cair Pekan Depan

Kendala Regulasi Rampung, Insentif Guru Honorer Kukar Ditarget Cair Pekan Depan
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA — Kabar baik datang bagi ribuan guru honorer di Kutai Kartanegara (Kukar). Insentif yang sempat tertunda sejak Januari 2026 kini dipastikan akan segera dicairkan dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Heriansyah, menyebut proses pembayaran kini memasuki tahap akhir setelah kendala regulasi mulai teratasi.

“Iya, hari ini baru keluar pendapat hukum dari Kejaksaan. Saya bawa ke Pak Sekda dan nanti ke bagian hukum,” ujarnya saat dihubungi via telepon, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga  Vakum Sejak Pandemi, Ekspor Batu Bara Kembali Bergerak dari Tanjung Santan

Sebelumnya, keterlambatan pembayaran insentif terjadi karena pemerintah daerah harus memastikan aspek legalitas penggunaan anggaran. Pendampingan dari pihak kejaksaan dilakukan untuk menghindari potensi permasalahan hukum di kemudian hari.

Persoalan ini juga sempat dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kukar bersama para guru dan dinas terkait pada Kamis (30/4) lalu. Dengan telah diterimanya pendapat hukum tersebut, Heriansyah memastikan proses pencairan akan segera dipercepat.

“Insya Allah paling lambat minggu depan sudah bisa dibayarkan. Tapi kita usahakan lebih cepat. Lebih cepat lebih baik,” tegasnya.

Baca Juga  Peluang Emas Investasi Sampah Kaltim, Tiga Daerah Didorong Satukan Kekuatan Pengelolaan

Diketahui, ribuan guru honorer atau non Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kukar telah menunggu pembayaran insentif selama lebih dari empat bulan.

Sebelumnya, Sekretaris Disdikbud Kukar Pujianto, juga menyampaikan bahwa kendala utama terletak pada penyesuaian regulasi dan validasi data penerima, sehingga membutuhkan kehati-hatian dalam proses pencairan.

Pihaknya berharap, dengan rampungnya proses administrasi dan legalitas, hak para guru dapat segera terpenuhi dan tidak lagi mengalami keterlambatan di masa mendatang. (fjr)