KUTAI KARTANEGARA – Isu sampah dan kerusakan lingkungan menjadi perhatian Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Tenggarong. Alih-alih hanya menggelar diskusi, organisasi kepemudaan itu memilih cara berbeda dengan mengajak pemuda menonton film dokumenter Menolak Punah sebagai pemantik lahirnya gerakan peduli lingkungan.
Kegiatan di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Tenggarong, Sabtu (4/7/2026) malam itu merupakan kolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Selain pemutaran film, peserta juga mengikuti diskusi lingkungan yang dikemas santai dengan hiburan musik akustik.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar Tri Joko Kuncoro mengapresiasi langkah KNPI Tenggarong. Yang mampu mengajak berbagai organisasi kepemudaan untuk bersama-sama membahas persoalan lingkungan.
“Saya merasa sangat berbahagia karena ada pemuda yang menggelar kegiatan bertema lingkungan dan kebersihan. KNPI Kecamatan Tenggarong menjadi inisiator sekaligus motor penggerak yang mampu mengumpulkan banyak organisasi kepemudaan,” ujarnya.
Menurut Tri, penyampaian pesan melalui film dokumenter menjadi cara yang lebih dekat dengan generasi muda dibandingkan pendekatan formal. “Dengan konsep seperti ini, pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan bisa lebih mudah diterima,” katanya.
Tri berharap kegiatan tersebut menjadi awal lahirnya gerakan nyata dalam pengelolaan sampah di Kutai Kartanegara.
“Harapan kami, melalui teman-teman KNPI Kecamatan Tenggarong, gerakan peduli lingkungan, khususnya terkait pengelolaan sampah, bisa terus berkembang. Kalau bukan kita yang memulai, lalu kapan lagi?” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPK KNPI Kecamatan Tenggarong Achmad Roziq Maulana mengatakan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Pada dasarnya kegiatan kita hari ini bertujuan menggugah kesadaran bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab besar terhadap kelestarian alam,” ujarnya.
Roziq berharap pesan yang disampaikan melalui film Menolak Punah tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi mampu mengubah kebiasaan masyarakat, dimulai dari hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan.
“Melalui kegiatan nonton bareng film Menolak Punah, kami berharap generasi muda semakin sadar terhadap lingkungan. Kesadaran itu dimulai dari hal yang paling sederhana, yaitu dari diri sendiri, minimal tidak membuang sampah sembarangan,” tuturnya.
Roziq menegaskan, KNPI Tenggarong bersama DLHK Kukar akan menindaklanjuti hasil diskusi tersebut melalui berbagai program kolaboratif yang melibatkan organisasi kepemudaan dan masyarakat.
“Target minimal kami adalah menghadirkan gerakan nyata menuju Kutai Kartanegara yang lebih bersih, kemudian memperluas gerakan ini dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat,” katanya. (fjr)












