Menteri PPPA Minta Maaf Terkait Usul Gerbong KRL Khusus Perempuan Dipindah ke Tengah

Menteri PPPA Minta Maaf Terkait Usul Gerbong KRL Khusus Perempuan Dipindah ke Tengah
Menteri PPA Arifah Fauzi. (istimewa)

JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat luas. Seusai pernyataannya pascakecelakaan kereta api di Bekasi Timur menjadi viral dan menuai kritik. 

Sebelumnya, Arifah mengusulkan pemindahan gerbong kereta rel listrik (KRL) khusus perempuan dipindahkan ke bagian tengah sebagai upaya pencegahan kecelakaan. Pernyataan tersebut mendapat kritikan karena dinilai mengandung bias gender dan juga tidak sensitif.

Baca Juga  Sertijab Bupati Kukar: Edi Damansyah Pamit, Aulia-Rendi Siap Gerak Cepat

Dalam video permohonan maafnya, Kamis (30/4/2026), Arifah mengakui pernyataan tersebut kurang tepat.

“Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat, untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” ungkapnya. 

Baca Juga  Hakim Vonis Pelaku Cabul di Ponpes Kukar 15 Tahun, Keluarga Korban Keberatan

“Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya,” imbuh Arifah.

Lebih lanjut dia memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini yang menjadi fokus utama adalah keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak. 

“Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki,” tandas Arifah. (xl)