KUTAI KARTANEGARA – Dinas Koperasi dan UMKM (DiskopUKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) merilis data dasar jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang tercatat di seluruh kecamatan. Total 40.761 UMKM terdata dalam basis aplikasi yang selama ini digunakan dinas.
Rilis tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengembangan UKM Santi Effendi saat ditemui di Kopi Pangeran, Sabtu (14/2/2026). Dia menjelaskan bahwa data itu merupakan hasil pendataan awal yang mulai dihimpun sejak Juni 2025.
“Hari ini saya mem-publish data, dan saya sudah meminta izin kepada Kepala Dinas untuk membuka data dasar yang ada sebelum saya menjabat. Jadi ini bukan data final, tetapi data awal yang tersedia di aplikasi,” jelasnya.
Santi menyebut, tim Tenaga Ahli (TA) yang bertugas selama enam bulan terakhir telah menginput data UMKM di seluruh kecamatan. Dari aplikasi tersebut, muncul angka 40.761 unit UMKM, yang kemudian diminta untuk ditindaklanjuti oleh Bupati agar dapat menjadi acuan kerja ketika bidang UMKM mulai melakukan penataan.
“Data inilah yang sekarang kami verifikasi. Sampai saat ini sekitar seribu UMKM sudah berhasil kami cocokkan,” katanya.
Karena jumlah UMKM yang tercatat cukup besar, pihaknya perlu memastikan kembali status pelaku usaha agar data benar-benar menggambarkan kondisi lapangan. Proses verifikasi diperlukan untuk menentukan apakah pelaku usaha memang masih aktif atau hanya beroperasi pada momen tertentu, seperti Ramadan atau event budaya Erau.
“Jumlah 40 ribu itu sangat banyak. Kami harus memastikan apakah mereka benar-benar pedagang aktif atau sesekali saja berjualan,” lanjut Santi.
Dari sebaran wilayah, Kecamatan Tenggarong tercatat memiliki jumlah UMKM terbanyak, dengan kisaran 4.000 pelaku usaha. DiskopUKM memastikan proses verifikasi akan terus dilanjutkan agar data UMKM di Kukar dapat diperbarui dan menjadi dasar kebijakan pengembangan sektor usaha mikro di tahun 2026. (fjr)












