KUTAI KARTANEGARA – Fenomena pengemis berkedok badut marak di sejumlah titik keramaian di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) terutama menjelang akhir Ramadan. Anak-anak hingga dewasa menggunakan kostum badut atau meminta-minta langsung di persimpangan jalan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Warga Negara Migran Korban Tindak Kekerasan Dinas Sosial (Dinsos) Kukar Sunarko, menyebut fenomena ini bukan sekadar aktivitas kreatif, melainkan bentuk baru mengemis yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Sekarang bentuknya bermacam-macam. Ada yang pakai kostum badut, ada yang langsung meminta. Ini biasanya meningkat pada 10 hari terakhir Ramadan,” ujarnya saat diwawancarai Komparasinews, Rabu (11/3/2026).
Menurut Sunarko, kasus-kasus serupa pernah ditemukan sebelumnya, bahkan melibatkan koordinator yang menyewakan kostum badut kepada anak-anak untuk mencari uang di jalan.
Sunarko menegaskan, kondisi ini terus berulang karena masih banyak warga yang memberi uang saat bertemu pengemis badut di jalan.
“Selama masyarakat masih memberi, mereka akan terus ada. Karena itu, kami imbau jangan memberikan uang di jalan. Kalau tidak diberi, mereka juga akan berhenti,” tegasnya.
Sunarko menambahkan, penindakan awal tetap menjadi tugas Satpol PP sesuai Perda Ketertiban Umum. Setelah diamankan, barulah Dinas Sosial (Dinsos) dan instansi terkait melakukan asesmen untuk menentukan penanganan lanjutan. (fjr)












