JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya meluruskan sejumlah sorotan terkait frekuensi dan efisiensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas masukan terstruktur yang sebelumnya dilontarkan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.
Seskab Teddy menegaskan bahwa pelaksanaan diplomasi di era Presiden Prabowo mengedepankan efisiensi yang ketat. Segala kelebihan biaya dari anggaran yang telah ditetapkan oleh negara sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo.
“Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh dari periode sebelumnya,” ujar Teddy dalam keterangan resminya, dikutip dari tayangan Sekretariat Kabinet RI.
Teddy membandingkan, jika pada era sebelumnya rombongan kunjungan antarnegara bisa mencapai lebih dari 120 orang, kini di bawah arahan Presiden Prabowo dibatasi secara ketat maksimal hanya 50 hingga 60 orang saja.
Lebih lanjut, Seskab menjelaskan bahwa dinamika global yang sangat dinamis, termasuk krisis di berbagai belahan dunia seperti Timur Tengah dan Ukraina menuntut seorang pemimpin baru untuk membangun kedekatan emosional yang kuat dengan para pemimpin dunia. Hubungan baik tersebut harus dipupuk sejak awal, bukan hanya saat krisis melanda dalam negeri.
“Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan secara seremonial. Kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam satu setengah tahun terakhir ini,” tegas Seskab Teddy. (zu)












