SAMARINDA — Pengadaan kursi pijat senilai Rp125 juta dalam anggaran 2025 menuai sorotan. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud pun memberikan penjelasan terkait fasilitas tersebut.
Rudy menyebut, kursi pijat itu berkaitan dengan tingginya mobilitas kerjanya sebagai kepala daerah. Ia mengaku kerap mengemudi sendiri saat menjalankan perjalanan dinas dengan jarak tempuh yang panjang.
“Memang ada kursi pijat itu. Mungkin staf melihat kondisi saya. Saya sering menyetir sendiri untuk perjalanan jauh, sampai ribuan kilometer,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia menggambarkan, rutinitas perjalanan dinasnya kerap dimulai sejak sebelum matahari terbit dan berakhir hingga malam hari.
“Berangkat sebelum matahari terbit, sampai tujuan sudah malam. Apalagi kalau saya yang menyetir sendiri,” lanjutnya.
Meski menjadi sorotan, Rudy menegaskan pengadaan fasilitas tersebut telah melalui proses perencanaan anggaran dan bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba.
Menurutnya, keberadaan kursi pijat itu juga dimaksudkan untuk menjaga kondisi fisik di tengah tingginya intensitas perjalanan darat yang dijalani. (zu)












