KUTAI KARTANEGARA – Menjelang Iduladha 2026, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan stok hewan kurban di Kukar dalam kondisi aman dan mencukupi. Sekira enam ribu ekor sapi disiapkan memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Kukar.
Dari jumlah tersebut, kawasan Samboja dan Samboja Barat menjadi daerah dengan stok terbanyak. Kepala Bidang Peternakan Distanak Kukar Iwan Hermawan mengatakan, sekitar 1.000 ekor sapi kurban tersedia di wilayah Samboja dan Samboja Barat.
“Paling banyak itu di Samboja. Jadi Samboja itu sekitar 1.000 ekor disiapkan di sana, Samboja dan Samboja Barat,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (26/5/2026).
Sementara khusus di Tenggarong, jumlah sapi kurban yang tersedia mencapai sekitar 450 ekor dan tersebar di sejumlah titik penjualan. Iwan menyebut, seluruh hewan kurban yang dijual telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Distanak Kukar.
Hewan yang dinyatakan sehat kemudian diberi tanda khusus sebagai bukti layak dijadikan hewan kurban. “Setelah diperiksa bahwa itu sehat, kita kalungkan bahwa itu layak untuk menjadi sapi kurban,” katanya.
Meski begitu, petugas masih menemukan beberapa sapi yang tidak memenuhi syarat kurban akibat mengalami cedera saat proses distribusi. “Ada beberapa di tempat penjual itu ada yang tidak layak seperti kakinya patah saat perjalanan,” ucap Iwan.
Dia menjelaskan, mayoritas sapi kurban di Kukar didatangkan dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi dan peternak lokal Kukar.
Sekira 60 persen sapi berasal dari NTT karena wilayah tersebut sudah bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sehingga tidak perlu menjalani karantina tambahan. “Kenapa dari Kupang, karena di sana sudah bebas PMK,” jelasnya.
Sementara sapi asal Sulawesi masih diwajibkan menjalani masa karantina di Balikpapan selama 12 hingga 15 hari sebelum masuk ke Kukar. Selain sapi, Distanak Kukar juga menyiapkan sekitar 1.000 ekor kambing kurban yang berasal dari peternak lokal maupun luar daerah.
Jenis kambing yang tersedia didominasi kambing lokal dan kambing peranakan etawa dari Jawa dan Banjar. Distanak Kukar memperkirakan sekira 90 persen hewan kurban yang tersedia tahun ini akan terjual karena sebagian besar sudah dipesan masyarakat sejak jauh hari.
“Pedagang biasanya stok berdasarkan pesanan masyarakat,” tutupnya. (fjr)












