KUKAR IDAMAN SEP 26

Pemkot Samarinda Pamerkan Inovasi AI kepada Penasihat Khusus Presiden

Wali Kota Samarinda Andi Harun (kanan) menerima kunjungan Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Yulius Yuwono Saputra, di Balai Kota Samarinda. (Istimewa)

SAMARINDA – Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Yulius Yuwono Saputra, mengunjungi Pemerintah Kota Samarinda untuk meninjau implementasi program digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut diterima langsung Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama jajaran pemerintah kota. Selain meninjau program Samarinda AI, rombongan juga mempelajari sejumlah inovasi digital yang telah diterapkan Pemkot Samarinda sebagai bahan referensi pengembangan pemerintahan digital di daerah lain.

Dalam pemaparannya, Andi Harun mengatakan transformasi digital di Samarinda telah dibangun secara bertahap selama enam hingga tujuh tahun terakhir. Saat ini, pemerintah kota mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke berbagai layanan pemerintahan dan menargetkan pengembangannya berlanjut hingga 2028.

Baca Juga  Peringati Hardiknas, Edi Damansyah Minta Para Guru Kembangkan Kreativitas Anak

Menurut Andi Harun, sejumlah layanan publik telah terintegrasi dalam sistem digital, mulai dari pembayaran layanan, pengelolaan APBD, hingga penyaluran bantuan sosial. Pemkot Samarinda juga menerapkan sistem Social Security Number (SSN) yang digunakan untuk mendukung penyaluran LPG bersubsidi dan berbagai program bantuan agar lebih tepat sasaran.

Digitalisasi juga diterapkan pada pelayanan di tingkat kecamatan, kelurahan, dan RT. Sejumlah layanan administrasi kini dapat diakses secara digital, termasuk sistem antrean daring dan pemantauan kinerja ketua RT.

Di bidang penanggulangan bencana, Pemkot Samarinda mengembangkan platform SADAR, yakni sistem peringatan dini berbasis data geospasial yang terintegrasi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Sistem tersebut digunakan untuk memetakan kawasan rawan banjir sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan berbasis data.

Baca Juga  Melompat Sepuluh Peringkat, Daya Saing Indonesia Naik ke Posisi 34

Selain itu, data perizinan dan tata ruang juga telah diintegrasikan dalam satu basis data guna mempercepat pelayanan sekaligus mengurangi potensi kesalahan administrasi.

Ke depan, Pemkot Samarinda berencana mengembangkan sistem Smart APBD untuk mendukung transparansi pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah kota juga tengah menyiapkan pemanfaatan agen AI lokal untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Sementara itu, Yulius Yuwono Saputra menilai transformasi digital yang dijalankan Pemkot Samarinda tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga  Kuota Lampaui Target, Pemkab Sesuaikan Besaran Beasiswa Kukar Idaman Terbaik

Menurutnya, berbagai inovasi yang diterapkan di Samarinda dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan kebijakan pemerintahan digital di tingkat nasional. (zu)