Tak Berani Temui Massa Aksi 21 April, Rudy Mas’ud: Saya Sudah Menawarkan Dialog

Gubernur Rudy Mas'ud. (Foto: Adpimprov)

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengungkap alasannya tidak berani menemui massa aksi 21 April lalu. Salah satu alasannya ternyata temperatur lapangan, sebagaimana dikatakan kepada awak media, Kamis (23/4/2026).

“Saya sudah menyampaikan bahwa kami siap untuk berdialog. Ya tetapi tidak untuk di kerumuman masa. Satu adalah karena keamanan, dua adalah berkaitan dengan protokoler,” kata Rudy.

Meski begitu, dia mengklaim sejatinya sudah menawarkan untuk berdialog dengan massa yang terdiri elemen masyarakat dan mahasiswa di kantor gubernur. Namun kata Rudy, massa aksi tidak menerima tawaran dialog tersebut.

Baca Juga  Terbukti Langgar Kode Etik, Lima Personel Polda Kaltim Dipecat

“Saya siap untuk berdialog, kami membuka pintu kantor gubernur. Rumah jabatan gubernur itu 1×24 jam. Saya sudah menawarkan tetapi teman-teman tidak mau, maunya di tengah,” klaim mantan legislator Senayan ini.

Menurut Rudy, dialog sejatinya dilakukan di dalam ruangan, bukan di lapangan. Pasalnya temperatur di lapangan adalah suhu lapangan yang pasti panas. Sehingga dinilai akhirnya tidak memberikan solusi apa yang disampaikan pada saat aksi.

Baca Juga  Wagub Janji Sampaikan Keberatan Masyarakat Kaltim Soal Kenaikan Harga BBM ke Pusat

Selain itu, dalam menjawab tuntutan massa aksi harus membuka data. Hal tersebut tidak bisa dilakukan begitu saja di luar ruangan.

“Jadi kenapa saya tidak menemui, adalah karena keamanan. Yang kedua, kita tidak bisa memutuskan hal-hal yang di situ karena harus buka data. Apa-apa yang dituntutkan, ataupun disampaikan, aspirasinya harus dengan data, saya tidak bisa speak-nya asal bunyi, enggak bisa, harus speak by data,” tegas Rudy. (xl)