Unggah Video “Prabowo Bedebah”, Akun IG Sekretariat Kabinet Dihujat Netizen

Unggah Video “Prabowo Bedebah”, Akun IG Sekretariat Kabinet Dihujat Netizen
Cuplikan video "Prabowo Bedebah" yang diunggah sendiri oleh akun Seskab. (istimewa)

JAKARTA – Akun instagram (IG) Sekretariat Kabinet (Seskab) RI @sekretariat.kabinet menjadi bulan-bulanan netizen. Seusai mengunggah video “Prabowo Bedebah” pada Jumat (21/8/2026).

Dalam video tersebut, akun Seskab menayangkan video seorang demonstran yang meneriakkan frasa “Prabowo Bedebah” sebagai hook. Sebelum kemudian mencoba melakukan pencitraan sebagai pembelaan atas video tersebut, dengan menyinggung kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Sejak pukul 02.00 dini hari, masyarakat sudah mulai mengantre sudah memakai pakaian adat daerah untuk memasuki Istana Merdeka. Tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah. Saya bahkan berkesempatan menyapa langsung warga yang datang dari Sulawesi, Sumatra, dan banyak provinsi lainnya,” tulis Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam caption video.

“Lebih dari 150 ribu masyarakat hadir mengikuti rangkaian upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan Penurunan Bendera Sang Merah Putih di kawasan Istana Merdeka, serta panggung rakyat di Monas. Malam harinya, semangat yang sama terus menyala dengan kehadiran lebih dari 500 ribu warga di sepanjang Monas hingga Bundaran Hotel Indonesia,” lanjut Teddy.

Baca Juga  Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD PPU Minta Pemudik Tidak Abaikan Keselamatan

Pemandangan ini, dalihnya, kembali mengingatkan bahwa Merah Putih bukan sekadar bendera. Ia adalah pemersatu kita. Dari berbagai daerah, latar belakang, dan generasi, kita hadir dengan satu kebanggaan yang sama: Indonesia.

Sontak unggahan tersebut langsung dihujat netizen dengan komentar-komentar bernada negatif. Pasalnya di tengah kondisi Indonesia yang tengah dilanda bencana, mulai dari longsor di Sumatra, gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Pemerintah lebih memedulikan citra Presiden Prabowo.

“500rb tidak menggambarkan keseluruhan warna negara ini. harusnya tim presiden bisa melihat sentimen baik scr online & offline, memang nyatanya mayoritas negatif dan kalian betul2 harus mendengarkan suara masyarakat dan segera berbenah. bukan malah bikin video seperti ini? ngga ngerti sm apa yg kalian fikirkan,” tulis akun @erischa.

“Read the f***ing room. Everyone in the country is currently saddened and stressed out by the situations our brothers and sisters in NTT and Kalimantan are facing, and you guys over at the executive branch are over here reliving the imagined glories of how this year’s independence day celebration went????” tulis akun @itsindahg.

Baca Juga  Aktivasi Identitas Kependudukan Digital Kaltim Masih Jauh dari Target

“serius ini akun resmi sekretariat kabinet bikin konten macem adu domba begini?” tulis akun @nadinesther. 

Komika Yudha Keling pun sampai ikut berkomentar dalam videonya di akun @yudhakhel. Dia bahkan sampai berkali-kali menerangkan bahwa di akun Seskab, hook-nya adalah “Prabowo Bedebah”.

“Ini bener, di akun Sekretariat Kabinet hook-nya itu Prabowo Bedebah. Sekali lagi bukan gua yang bilang, tetapi sekali lagi di akun sekretariat kabinet, hook-nya itu prabowo bedebah,” kata Yudha.

Menurut Yudha, Pemerintah saat ini terbilang narsis. Namun semestinya jangan sampai mengunggah video nirempati sebagaimana dilakukan Seskab dalam kondisi Indonesia saat ini.

Baca Juga  Iran Kembali Tutup Total Selat Hormuz, Kapal yang Nekat Melintas Bakal Ditembak

“Gua memaklumi pemerintah sekarang kan memang narsisnya tuh kebangetan. cuma empatinya dong guys. Ini NTT gak lagi dalam kondisi yang baik dan pak prabowo belum muncul. Kemudian Kalimantan lagi banyak titik terbakar. dan prabowo juga belum muncul,” terang Yudha.

“Yang dimunculin malah video kayak gitu. Ini kan bikin masyarakat tambah marah pada pemerintah. Dan kalau masyarakat marah, hook ini akan diamini oleh banyak orang. Hook-nya apa? di akun sekretariat kabinet, hook-nya itu Prabowo bedebah,” sebut Yudha. (xl)