JAKARTA – Desak Made Rita Kusuma meraih medali emas untuk Indonesia pada nomor speed putri cabang olahraga panjat tebing Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Atlet asal Bali itu meraih kemenangan secara dramatis setelah mencatatkan waktu 6,062 detik, unggul hanya 0,002 detik dari pesaingnya pada final yang berlangsung di Nagoya International Exhibition Hall, Rabu (30/9).
Catatan tersebut sekaligus memecahkan rekor waktunya sendiri yang sebelumnya berada di angka 6,07 detik pada ajang yang sama.
Perjalanan Desak Made menuju podium tertinggi tidak berlangsung mulus. Perlombaan sempat beberapa kali tertunda akibat gangguan pada sistem pencatatan waktu.
“Lebih ke ikhlas saja, dari sebelumnya saya juga melihat catatan waktu peserta lain, bagus-bagus, selisihnya kecil, jadi dari awal saya mencoba manjat dengan ikhlas saja,” ujar Desak Made.
Menurutnya, penundaan perlombaan cukup mengganggu konsentrasi karena atlet harus kembali menyiapkan kondisi fisik dan mental setelah sempat siap bertanding.
“Beberapa kali ada trouble yang lumayan mengganggu karena badan dan pikiran sudah siap, tiba-tiba ditunda lima menit, kemudian lima menit lagi. Saya mencoba berpikir positif dan mengalihkan pikiran,” lanjutnya.
Tantangan lainnya datang dari format perlombaan four-lane yang berbeda dengan format two-lane. Kondisi tersebut membuat atlet dituntut menjaga konsentrasi lebih tinggi, termasuk ketika terjadi false start yang membuat perlombaan harus diulang.
“Di sini menggunakan format four-lane, jadi fokusnya lebih tinggi dibandingkan two-lane, seperti ketika terjadi false start, kami harus mengulang lagi,” terangnya. (zu)












