KUKAR IDAMAN SEP 26
Ragam  

Dorong Musik Tradisional Kukar Berkembang, Pemkab Dukung Konsistensi Karya

Dorong Musik Tradisional Kukar Berkembang, Pemkab Dukung Konsistensi Karya
Grup Musik Tradisional Petala Borneo saat tampil di Yogyakarta. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA — Konsistensi menghasilkan karya menjadi salah satu faktor yang dinilai penting dalam pengembangan komunitas musik tradisi di Kutai Kartanegara (Kukar). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menilai komunitas yang aktif berkarya berpeluang lebih besar berkembang dan memperluas eksistensinya, termasuk membawa karya budaya lokal ke tingkat yang lebih luas.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar Zikri Umulda mengatakan, pemerintah tidak hanya melihat kebutuhan komunitas, tetapi juga aktivitas dan rekam jejak dalam berkarya. Menurutnya, Petala Borneo menjadi salah satu contoh komunitas musik tradisi yang konsisten menghasilkan karya dan menunjukkan eksistensinya.

Baca Juga  Bentuk Aktualisasi Cinta, PKS Kukar Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

“Kalau Petala, kalau kita berbicara dari dulu, pemerintah siapa pun pasti melirik mereka. Mereka menunjukkan eksistensinya melalui karya. Itu luar biasa sekali,” ujar Zikri di Tenggarong, Sabtu (26/9/2026).

Dia menegaskan perhatian pemerintah terhadap Petala Borneo bukan berarti komunitas tersebut mendapat perlakuan khusus. Posisi tersebut terbentuk karena karya yang secara konsisten dihasilkan.

“Bukan berarti mereka dikhususkan, tetapi mereka mempunyai tempat khusus karena karya-karya yang mereka hasilkan,” kata Zikri.

Dia menyebut, komunitas musik tradisi yang mampu membawa karya hingga tingkat nasional bahkan internasional masih relatif terbatas. Kondisi tersebut membuat konsistensi berkarya menjadi penting agar musik tradisi tidak hanya bertahan sebagai bagian dari budaya lokal, tetapi juga dapat berkembang dan dikenal di luar daerah.

Baca Juga  Tunggangi Motor Trail, Edi Damansyah Tinjau Program TMMD di Desa Panca Jaya

“Memang jarang teman-teman pelaku musik, khususnya musik tradisi, yang mampu mengangkat musik tradisional ke level nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah melihat rekam jejak komunitas sebagai salah satu pertimbangan dalam memberikan dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif.

Zikri mengatakan bantuan pemerintah akan lebih tepat sasaran jika diberikan kepada komunitas yang memiliki aktivitas jelas, terus berkarya, dan menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan bidangnya. Menurutnya, keberadaan komunitas seperti Petala turut membentuk ekosistem ekonomi kreatif Kukar. 

Baca Juga  Pekerja Bangunan Temukan Proyektil Bom Aktif Sisa Perang Dunia II di Balikpapan

Karya yang dihasilkan menjadi bukti bahwa pelaku budaya dapat berkembang dengan mengandalkan kreativitas dan konsistensi. (fjr/adv)