Disebar ke 18 Kecamatan, Pemkab Kukar Alokasikan Bantuan Kurban untuk Masjid dan Pesantren

Disebar ke 18 Kecamatan, Pemkab Kukar Alokasikan Bantuan Kurban untuk Masjid dan Pesantren
Wabup Kukar Rendi Solihin menyerahkan dua ekor sapi kurban di Masjid Jami Nurul Huda Kelurahan Kuala Samboja Kecamatan Samboja, Ahad (10/7/2022). (Prokom Kukar)

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengalokasikan bantuan kurban untuk masjid dan pesantren yang disebar ke 18 kecamatan. Hal ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Kukar Rendi Solihin menyerahkan dua ekor sapi kurban di Masjid Jami Nurul Huda Kelurahan Kuala Samboja Kecamatan Samboja, Ahad (10/7/2022).

Rendi yang merupakan putra asli Samboja menuturkan, Pemkab terus berkomitmen dan fokus dalam merealisasikan visi dan misi serta program dedikasi “Kutai Kartanegara yang Inovatif, Berdaya saing dan Mandiri” atau “Kukar Idaman”. Guna mewujudkan masyarakat yang mudah mengakses hak-hak dasar seperti pendidikan, kesehatan, pangan, serta sumber daya ekonomi secara adil dan berkesinambungan.

Baca Juga  Pemprov Kaltim Hentikan Pengiriman Sapi dari Jawa, Ini Alasannya

“Saat ini Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menggandeng Dewan Masjid untuk bersama-sama menekan angka kemiskinan,” kata dia.

“Masjid merupakan bagian dari rumah besar pengentasan kemiskinan berbasis rumah ibadah. Di mana masjid selain tempat untuk beribadah namun juga bisa berperan besar dalam pengentasan kemiskinan di Kutai Kartanegara,” beber Rendi.

Dijelaskan, Pemkab Kukar ikut mendorong supaya perayaan IdulAdha 1443 H tahun 2022 ini tetap memiliki makna yang dalam pada dimensi keagamaan, sosial dan akuntabilitas. Salah satunya dengan mengalokasikan bantuan hewan kurban yang disebar ke-18 kecamatan untuk disalurkan ke masjid-masjid dan pesantren-pesantren.

Baca Juga  Cegah Karhutla, Masyarakat Kutim Diimbau Tak Lakukan Pembakaran Lahan

Dia berharap penyaluran hewan kurban tersebut memiliki nilai yang multiefek. Yakni efek nilai sakralitas ibadah dapat diraih, efek nilai solidaritas sosial kepada kalangan duafa dapat ditunaikan, dan efek nilai akuntabilitas dalam penyaluran bantuan sosial dapat dipertanggungjawabkan.

“Semoga dengan dorongan ini segenap komponen masyarakat dapat merasakan atmosfer semangat pembangunan yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Daerah. Untuk mencapai visi misi mewujudkan masyarakat Kutai Kartanegara yang sejahtera dan berbahagia,” harap Rendi. (xl)