Bus Borneo FC Dilempari Batu Saat Tinggalkan Stadion di Madura

Foto : Oknum supporter yang melempari bus Borneo FC. (Ist/Tangkapan layar)

PAMEKASAN — Kemenangan Borneo FC atas Madura United 1-3 di pekan ke-26 Super League Indonesia 2025/2026 ternoda insiden pelemparan batu yang menyasar bus tim tamu, Minggu (5/4/2026) malam.

Peristiwa terjadi setelah rombongan tim tamu meninggalkan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan menuju hotel. Di tengah perjalanan, tiba-tiba batu menghantam badan bus, memicu kepanikan di dalam kendaraan.

Beruntung, tidak ada korban dalam insiden tersebut. Kaca bus yang cukup tebal mampu menahan benturan.

“Syukurnya aman, kaca bus tebal. Kejadiannya saat perjalanan dari stadion ke hotel. Pelaku langsung kabur setelah melempar,” ujar Media Officer Borneo FC, Brilian Sanjaya.

Baca Juga  Pemkab Kukar Imbau Warga Terlibat dalam Pengelolaan Sampah

Beberapa anggota tim sempat turun dari bus untuk memastikan situasi, sebelum akhirnya perjalanan kembali dilanjutkan.

Insiden ini dipastikan akan berbuntut panjang. Meski belum ada laporan resmi, kasus tersebut berpotensi masuk ke ranah Komite Disiplin (Komdis) PSSI untuk ditindaklanjuti.

Di sisi lain, Panitia Pelaksana (Panpel) Madura United langsung bergerak cepat dengan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Borneo FC.

Ketua Panpel, Mohammad Alwi, menegaskan bahwa aksi tersebut tidak mencerminkan sportivitas dalam sepak bola.

Baca Juga  Sepuluh Investor Malaysia Tertarik Ikut Bangun IKN Nusantara di Kaltim

“Rivalitas seharusnya hanya berlangsung selama 90 menit di lapangan. Di luar itu, kita tetap menjunjung kebersamaan dan persaudaraan,” tegasnya.

Alwi juga menyoroti bahwa tindakan anarkis itu bertentangan dengan nilai budaya Madura yang menjunjung tinggi etika dan sikap saling menghormati.

Panpel memastikan tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan, serta siap bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengusut pelaku.

“Kami siap mendukung setiap langkah yang diambil demi menjaga integritas sepak bola Indonesia,” pungkasnya.

Meski tanpa korban jiwa, insiden ini menjadi catatan serius bagi penyelenggaraan pertandingan, khususnya terkait aspek keamanan bagi tim tamu. (zu)