
SAMARINDA – Wacana pembangunan Terowongan di kawasan Selili adalah pembangunan yang bernilai cukup besar. Maka Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda Angkasa Jaya Djoerani menegaskan rencana itu harus dimatangkan.
Dia menuturkan, pembangunan terowongan tersebut perlu kajian ekologis. Guna dapat diselesaikan tanpa menimbulkan persoalan yang akan datang.
“Kemudian dalam hal pelaksanaan waktunya, apakah dapat memastikan tepat waktu dengan pengerjaan yang memakan waktu 18 bulan itu. Karena ini juga masuk dalam program multiyears dan harapannya tahun 2024 sebelum berakhirnya masa jabatan wali kota itu harus sudah selesai,” kata Angkasa, Selasa (17/1/2023).
Lebih lanjut dalam proses itu yang terpenting pembangunan tersebut adalah anggaran yang disiapkan sebesar Rp400 miliar. Diharapkan tidak membengkak untuk ke depannya.
“Jangan sampai rencana membangun terowongan tidak sesuai dengan ekspektasi dan tujuan awal. Harus diperhatikan segala sesuatunya, jangan sampai nanti ada kendala dan memerlukan teknologi untuk membangun terowongan dan itu tidak masuk perencanaan Pemkot. Karena nanti bisa akan ada biaya tambahan untuk ke depannya,” bebernya.
Dari perencanaan telah dimatangkan secara keseluruhan dan disampaikan kepada DPRD. Hal itu juga dalam rangka agar secara keseluruhan terlihat jelas dan mengetahui serta kepastian kepada masyarakat membangun tersebut jadi atau tidaknya. (nta)












