Bendera Merah Putih Berkibar di Jembatan Pela yang Mangkrak Puluhan Tahun

Bendera Merah Putih Berkibar di Jembatan Pela yang Mangkrak Puluhan Tahun
Pengibaran Bendera Merah Putih di Jembatan Pela yang tidak berfungsi puluhan tahun. (Dok. Wamapala Unikarta)

KUTAI KARTANEGARA — Bendera Merah Putih terpasang di bawah Jembatan Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (17/8/2026). Namun di balik upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia itu, terdapat pesan tentang pembangunan yang hingga kini belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Pengibaran bendera tersebut diprakarsai Wahana Mahasiswa Pencinta Alam (Wampala) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) bersama Nurul Yaqin Siswa Pencinta Alam (Nuryaspala), dengan dukungan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela.

Pemilihan lokasi bukan tanpa alasan. Jembatan Pela yang berada di atas lokasi pengibaran merupakan infrastruktur yang diharapkan menjadi penghubung bagi masyarakat. Namun, hingga kini jembatan tersebut disebut belum dapat difungsikan secara optimal, meski badan jembatan telah selesai dibangun sejak 2004.

Baca Juga  Pemkab Kukar Susun RKPD 2027, Fokus Efisiensi Anggaran dan Program Prioritas

Bagi Wamapala Unikarta, kondisi tersebut menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan melalui pengibaran Merah Putih. Momentum 81 tahun kemerdekaan dinilai tidak cukup dimaknai melalui seremoni, tetapi juga dengan melihat persoalan yang masih dihadapi masyarakat di daerah.

Ketua Umum Wampala Unikarta, Aldi Almadani, mengatakan kemerdekaan harus dimaknai sebagai perjuangan yang terus berlanjut, termasuk dalam menjaga lingkungan dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, masih banyak hal yang harus kita perjuangkan. Untuk masyarakat, untuk lingkungan, dan untuk generasi yang akan datang,” ujar Aldi.

Menurutnya, perjuangan tersebut juga mencakup keberlangsungan lingkungan di Desa Pela yang menjadi salah satu habitat pesut Mahakam, mamalia air tawar yang dilindungi dan menjadi ikon Sungai Mahakam.

Baca Juga  Pakai Menu Kering, Penyaluran MBG di Tenggarong Tetap Berjalan Selama Ramadan

“Bagi kami, perjuangan kemerdekaan juga tidak hanya tentang manusia. Alam dan satwa juga membutuhkan ruang untuk hidup,” katanya.

Aldi menilai keberadaan pesut Mahakam menjadi pengingat bahwa Sungai Mahakam tidak hanya berfungsi sebagai jalur kehidupan masyarakat, tetapi juga menjadi rumah bagi satwa yang keberadaannya perlu dijaga.

Di sisi lain, keberadaan Jembatan Pela yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal menjadi simbol persoalan pembangunan yang menurutnya masih membutuhkan perhatian.

Pengibaran Merah Putih di bawah jembatan itu pun dimaknai sebagai pesan bahwa semangat kemerdekaan harus hadir hingga ke pelosok, termasuk di wilayah yang masih menghadapi persoalan akses, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.

Baca Juga  Disdikbud Kukar Pastikan Insentif Tiga Ribu Guru Honorer Cair Bulan Ini

“Merah Putih tidak hanya harus berkibar di tempat-tempat yang mudah dijangkau. Ia juga harus hadir di tempat-tempat yang mengingatkan kita bahwa masih ada persoalan yang belum selesai,” tuturnya. (fjr)