KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri resmi memimpin Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kukar. Setelah dilantik sebagai Koordinator Presidium bersama 203 pengurus lainnya di Pendopo Odah Etam, Kamis (18/6/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan peran alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam mendukung pembangunan daerah melalui jejaring yang tersebar di berbagai sektor strategis.
Dalam sambutannya, Aulia menegaskan KAHMI memiliki modal besar untuk berkontribusi terhadap kemajuan daerah. Menurutnya, organisasi alumni ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sebagaimana kita pahami, KAHMI merupakan organisasi para alumni HMI. Kami juga bagian dari itu dan sekarang bergabung dalam Majelis Daerah KAHMI Kukar,” ujar Aulia.
Dia menyebut kekuatan utama KAHMI berada pada jaringan alumninya yang tersebar hingga tingkat nasional. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi energi positif untuk mendukung berbagai agenda pembangunan di Kutai Kartanegara.
“Harapan kita, KAHMI bisa membawa manfaat dan maslahat yang sebesar-besarnya untuk pembangunan di Kutai Kartanegara karena jejaringnya sangat luas hingga tingkat nasional,” kata Aulia.
Dia juga mengisahkan keterikatannya dengan HMI yang dimulai saat menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Pengalaman berorganisasi tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian yang kini dijalankan di Kukar.
Pelantikan turut dihadiri Presidium Majelis Nasional KAHMI M Rifqinizamy Karsayuda. Anggota DPR RI Komisi II itu berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurut Rifqi, KAHMI harus lebih dikenal publik melalui karya dan kontribusi nyata, bukan hanya aktivitas internal organisasi.
“Harapan saya, di bawah kepemimpinan Pak Bupati, KAHMI Kukar bisa membuat program yang tidak hanya untuk keluarga besar alumni, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Rifqi menambahkan, keberadaan KAHMI akan semakin dirasakan apabila mampu menjadi mitra strategis pemerintah dan hadir dalam penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
“Bukan hanya dikenal di internal, tetapi juga dikenal luas oleh masyarakat melalui program-programnya,” pungkasnya. (fjr)












