Duh, Guru Ngaji di Kembang Janggut Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan Seksual

Ilustrasi.

KUTAI KARTANEGARA — Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang guru ngaji di Kecamatan Kembang Janggut kini dalam penanganan kepolisian. Polsek Kembang Janggut masih mendalami laporan serta memeriksa sejumlah saksi terkait kasus tersebut.

Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedy Supriyanto membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan yang diterima pihaknya. Saat ini, baru satu korban yang resmi melapor ke polisi.

“Perkaranya memang sudah ditangani Polsek Kembang Janggut. Untuk sementara yang melapor baru satu orang korban,” ujarnya melalui Kanit Reskrim Aiptu Erly Mahroni, Jumat (8/5/2026).

Korban yang melapor disebut telah menjalani visum untuk kepentingan penyelidikan. Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan medis tersebut sebagai bagian dari alat bukti.

Baca Juga  Pelaku Penipuan Investasi Ternyata Juga Tawarkan Iming-Iming Pekerjaan Honorer  

Meski baru satu laporan diterima, polisi turut menelusuri informasi yang berkembang di media sosial terkait dugaan adanya korban lain. Dalam informasi yang beredar, jumlah korban disebut mencapai sekitar 11 orang.

“Kalau menurut informasi di media sosial ada sekitar 11 korban. Tapi untuk pastinya, anggota masih melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan,” kata Dedy.

Polisi juga telah mendatangi lokasi TPQ di salah satu desa di Kecamatan Kembang Janggut untuk melakukan pendataan serta mengonfirmasi informasi yang beredar di masyarakat.

Baca Juga  Paser Sudah Darurat Narkoba, Wabup Minta Para Pelajar Fokus Belajar

“Anggota saya langsung mendatangi lokasi untuk mengonfirmasi apakah jumlah korban sesuai dengan informasi yang beredar atau tidak. Saat ini masih tahap permintaan keterangan,” lanjutnya.

Dedy mengungkapkan dugaan peristiwa itu terjadi pada Desember 2025. Namun laporan resmi baru diterima polisi pada 22 April 2026 dan langsung ditindaklanjuti.

“Perkaranya dari bulan Desember 2025, baru dilaporkan kemarin tanggal 22 April, dan langsung kami tindak lanjuti,” tuturnya.

Sementara itu, aktivitas belajar mengaji di lokasi tersebut untuk sementara dihentikan selama proses penanganan berlangsung. Polisi juga masih melakukan pencarian terhadap terduga pelaku.

Baca Juga  Sita Sabu-Sabu, Polres Kukar Klaim Sudah Selamatkan 15 Ribu Jiwa dari Narkotika

“Selama ini anak-anak memang mengaji di situ, namun sementara kegiatan dihentikan dulu,” tutupnya. (fjr)