H-10 Festival Erau Adat Kutai 2026, Pemkab Kukar Matangkan Empat Venue

H-10 Festival Erau Adat Kutai 2026, Pemkab Kukar Matangkan Empat Venue
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah saat diwawancara di Monumen Pancasila Tenggarong. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA — Persiapan Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026 terus dimatangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). Memasuki H-10 pelaksanaan, sejumlah lokasi yang menjadi pusat rangkaian kegiatan mulai disiapkan hingga tahap akhir.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Heriansyah mengatakan, terdapat empat lokasi utama yang disiapkan untuk pelaksanaan Erau tahun ini.

“Persiapan Erau terus kita matangkan, terutama kita ada empat venue yang nanti kita siapkan,” ujar Heriansyah saat ditemui di Tenggarong, Rabu (9/9/2026).

Empat lokasi tersebut memiliki fungsi berbeda. Stadion digunakan untuk kegiatan seremonial, sementara rangkaian adat yang bersifat sakral dipusatkan di kawasan Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura atau Museum Mulawarman.

Baca Juga  Kabut Asap dan Cuaca Kering Mengancam, Dinkes Kukar Minta Warga Pakai Masker

Sementara itu, pentas seni akan digelar di depan Kedaton. Lokasi tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai ruang bagi komunitas-komunitas budaya untuk menampilkan karya mereka.

Menurut Heriansyah, pelibatan komunitas budaya menjadi bagian penting dalam rangkaian Erau. Kawasan depan keraton diharapkan tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang yang memperlihatkan identitas budaya Kukar.

“Ini sekaligus menjadi ikon kita, menjadi identitas kita. Oleh karena itu, itu harus kita isi dengan seni budaya,” katanya.

Selain tiga lokasi tersebut, rangkaian Erau juga akan berlangsung di Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana. Heriansyah mengatakan, persiapan di kawasan Kedaton saat ini sudah hampir rampung. Sejumlah perlengkapan untuk rangkaian adat telah dipasang dan disiapkan.

Baca Juga  DPRD Samarinda Dorong Penguatan Layanan TB dan HIV di RSUD IA Moeis

“Tangga naga sudah disiapkan, kemudian naganya sudah ada, serapo belian juga sudah ada. Kemudian pentas di depan Kedaton juga sudah disiapkan,” ujarnya.

Dengan waktu yang tersisa sekitar 10 hari sebelum pelaksanaan, pemerintah daerah kini fokus menyelesaikan tahap akhir atau finishing di sejumlah lokasi.

“Hal ini sudah kita persiapkan. Mudah-mudahan di sisa waktu yang ada ini tinggal finishing saja lagi yang nanti akan kita selesaikan,” kata Heriansyah.

Dia memastikan persiapan terus dilakukan secara intensif, baik untuk kegiatan seremonial maupun rangkaian acara lainnya. “Insyaallah persiapannya terus ini, maraton kita lakukan, yaitu persiapan acara seremonial maupun acara lainnya,” sebutnya. (fjr)