KUKAR IDAMAN SEP 26

DPRD Samarinda Dorong Penguatan Layanan TB dan HIV di RSUD IA Moeis

Foto: RSUD IA Moeis. Samarinda (Istimewa)

SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kota Samarinda memberikan perhatian terhadap kebutuhan penguatan layanan kesehatan bagi pasien Tuberkulosis (TB) dan HIV di RSUD IA Moeis. Perhatian tersebut muncul setelah jajaran komisi melakukan peninjauan langsung untuk melihat kondisi pelayanan dan fasilitas yang tersedia di rumah sakit daerah tersebut.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan secara umum pelayanan kesehatan di RSUD IA Moeis telah berjalan dengan baik. Namun, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu dipenuhi guna menunjang peningkatan kualitas layanan, terutama untuk penanganan pasien TB dan HIV.

Menurutnya, ketersediaan fasilitas pendukung menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian agar pelayanan kesehatan dapat terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Sedih, Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Kaltim Alami Kenaikan

“Pelayanan yang diberikan sudah berjalan maksimal. Namun memang masih ada beberapa kebutuhan fasilitas yang perlu diperkuat untuk mendukung layanan kesehatan,” ujarnya.

Sri menjelaskan, pihak rumah sakit telah menyampaikan rencana pengembangan fasilitas yang akan didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pasien.

Ia berharap proses pengembangan tersebut dapat berjalan sesuai rencana sehingga kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.

Selain infrastruktur, Komisi IV DPRD Samarinda juga menyoroti kebutuhan tenaga medis yang menangani pasien TB dan HIV. Meski telah mendapat dukungan tambahan dokter residen dari Universitas Mulawarman, beban pelayanan dinilai masih cukup tinggi.

Baca Juga  Hari Bhayangkara Ke-79, Prabowo Sebut Polisi Indonesia Harus Rasakan Penderitaan Rakyat

Sri menyebut tenaga kesehatan yang ada harus menangani berbagai kebutuhan layanan, mulai dari pasien rawat inap hingga pelayanan poli setiap harinya. Kondisi tersebut membuat kebutuhan penambahan sumber daya manusia di sektor kesehatan masih menjadi perhatian.

“Tenaga medis yang ada bekerja cukup maksimal dalam melayani pasien. Namun dengan tingginya kebutuhan pelayanan, tentu diperlukan penguatan SDM agar pelayanan bisa semakin optimal,” katanya.

DPRD Samarinda menilai peningkatan layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas, tetapi juga harus dibarengi dengan pemenuhan tenaga kesehatan yang memadai serta dukungan anggaran yang berkelanjutan.

Karena itu, Komisi IV mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk terus memperkuat kapasitas layanan kesehatan, baik melalui pengembangan sarana dan prasarana maupun penambahan tenaga medis. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan penanganan pasien TB dan HIV dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat. (adv/zu)