KUTAI KARTANEGARA – Ribuan hewan kurban di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai dipasangi label sehat oleh petugas veteriner menjelang Iduladha 2026. Langkah itu dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual kepada masyarakat aman dan layak dikurbankan.
Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) mencatat hingga pertengahan Mei 2026 sebanyak 6.261 ekor sapi, 825 ekor kambing, dan 3 ekor kerbau telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Plt Kepala Distanak Kukar Rifani mengatakan, label sehat diberikan kepada hewan yang lolos pemeriksaan petugas.
“Kalau hewan tidak sehat tentu tidak kita keluarkan label sehatnya, sehingga tidak boleh dijual untuk kurban,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (21/5/2026).
Rifani menjelaskan, pemeriksaan dilakukan bertahap sejak satu bulan terakhir melalui lima puskeswan yang menjangkau 20 kecamatan di Kukar. Petugas memeriksa kondisi fisik hewan secara menyeluruh, mulai dari kesehatan umum, kondisi tubuh, hingga memastikan tidak ada gejala penyakit maupun cacat pada hewan kurban.
Saat ini pemeriksaan masih difokuskan di sejumlah titik penjualan hewan kurban di Tenggarong sebelum dilakukan penandaan simbolis bersama Pemerintah Kabupaten Kukar.
Rifani mengakui pengawasan tahun ini cukup menantang karena keterbatasan jumlah dokter hewan di Kukar. Namun pemeriksaan tetap berjalan dengan dukungan tenaga medik veteriner di lapangan.
Selain pemeriksaan kesehatan, Distanak Kukar juga memastikan stok hewan kurban masih mencukupi hingga Iduladha nanti. Sebagian besar hewan berasal dari peternak lokal Kukar, sementara sebagian lainnya didatangkan dari luar daerah seperti Nusa Tenggara Timur.
Wilayah pesisir seperti Kecamatan Samboja menjadi salah satu titik pemeriksaan terbanyak karena menjadi jalur distribusi hewan kurban ke sejumlah daerah sekitar.
Hingga saat ini, Distanak Kukar memastikan belum ditemukan kasus penyakit pada hewan kurban yang diperiksa.
“Sejauh ini tidak ada temuan penyakit, jadi masyarakat tidak perlu khawatir memilih hewan kurban,” katanya. (fjr)












