Kalteng Dilanda Kemarau dan Karhutla, Pemprov Bersama Ribuan Warga Gelar Salat Istisqa

Kalteng Dilanda Kemarau dan Karhutla, Pemprov Bersama Ribuan Warga Gelar Salat Istisqa
Pemprov Kalteng bersama ribuan warga menggelar salat istisqa. (effendy/bido adpim setda kalteng)

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama seluruh elemen masyarakat menggelar Salat Istisqa dan Doa Bersama Tahun 2026 di Bundaran Besar Talawang Palangka Raya, Minggu (23/8/2026). Salat ini digelar dalam kaitan menghadapi musim kemarau panjang yang memicu ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). 

Gubernur Agustiar Sabran bersama Wakilnya Edy Pratowo, jajaran TNI/Polri, ASN, organisasi masyarakat Islam, tokoh agama, serta ribuan warga Kalteng hadir dalam kegiatan ini. Sabran mengajak seluruh jemaah menjadikan momentum Salat Istisqa ini sebagai sarana untuk bermuhasabah, mengoreksi diri, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Baca Juga  DPRD Samarinda Perkuat Upaya Penanganan HIV dan TB Lewat Raperda

“Mari kita bersama-sama memohon ampunan dan pertolongan Allah SWT, semoga hujan segera diturunkan untuk membasahi Bumi Tambun Bungai dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah,” ucapnya.

Sabran menekankan bahwa Salat Istisqa dan doa bersama merupakan bentuk ikhtiar batiniah yang melengkapi ikhtiar lahiriah pemerintah daerah dalam menghadapi kekeringan. Musim kemarau yang berlangsung lama berpotensi besar meningkatkan titik api (Karhutla) yang dapat mengganggu kesehatan, merusak lingkungan, dan melumpuhkan aktivitas harian warga.

Baca Juga  Olahraga Rekreasi di Kukar Makin Marak, Kormi Tekankan Pentingnya Tata Kelola dan Pembinaan

Guna meminimalkan dampak tersebut, Pemprov Kalteng bersinergi secara masif dengan berbagai pihak melalui sejumlah langkah konkret. Upaya ini mencakup penyiagaan tim gabungan TNI/Polri, relawan, dan pemadam di titik-titik rawan, pelaksanaan aksi pemadaman terpadu baik lewat jalur darat maupun Satgas Udara (water bombing), hingga penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) melalui operasi penyemaian awan demi memicu pembentukan hujan buatan.

Sabran juga mengimbau agar masyarakat Kalteng turut aktif menjaga lingkungan dengan tidak membakar lahan dan bijak menggunakan air bersih. “Kepedulian warga di sekitar pemukiman sangat krusial untuk menekan dampak kekeringan secara bersama-sama,” tandasnya. (xl)