Olahraga Rekreasi di Kukar Makin Marak, Kormi Tekankan Pentingnya Tata Kelola dan Pembinaan

Foto: Ilustrasi olahraga rekreasi. (istimewa)

KUTAI KARTANEGARA — Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Kutai Kartanegara Lukman menegaskan bahwa olahraga masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk budaya sekaligus membuka peluang lahirnya prestasi.

Hal ini ia sampaikan menanggapi pesatnya perkembangan kegiatan mancing, catur, hingga berbagai olahraga rekreasi lainnya di Kukar.

Menurut Lukman, olahraga masyarakat bukan semata aktivitas hobi, melainkan tradisi yang tumbuh bersama masyarakat. Bila dikelola dengan baik, aktivitas tersebut dapat berkembang menjadi budaya yang melahirkan atlet berprestasi.

“Kalau kita cari di Google, olahraga masyarakat itu adalah aktivitas atau kebiasaan yang sudah turun-temurun di suatu daerah, dan pada akhirnya membentuk budaya. Ketika telah menjadi budaya, dari situlah potensi prestasi bisa muncul,” jelasnya, Senin (24/11).

Baca Juga  Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Jalan Sehat Yang Digelar KPU Kukar

Lukman mengaku dalam lima tahun terakhir dirinya cukup kewalahan karena padatnya agenda event rekreasi masyarakat, terutama turnamen mancing yang terus meningkat pesertanya.

“Sering sekali ada yang datang, ‘Pak, kami ada lomba mancing, mohon hadir.’ Saya bilang, kalau Sabtu atau Minggu insyaallah saya datang. Begitu banyaknya kegiatan, ini menunjukkan olahraga rekreasi memang berkembang pesat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah cabang olahraga masyarakat yang awalnya sekadar hobi, kini telah berkembang menjadi organisasi resmi di bawah Kormi. Salah satunya adalah komunitas mancing yang kini memiliki induk organisasi APRI (Asosiasi Permancingan Indonesia).

“Kenapa mancing bisa berkembang seperti sekarang? Karena dari hobi itulah banyak komunitas terbentuk. Kemudian dibangun induk organisasinya, seperti APRI. Di Kukar, ketuanya Bang Jali dari Dinas PU,” terangnya.

Baca Juga  Sopan Sopian Inisiasi Lomba Esport untuk Para Pemuda di Muara Muntai

Fenomena maraknya kegiatan mancing juga dinilai berhasil menarik tokoh-tokoh nasional dan mendapat perhatian masyarakat luas. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga rekreasi memiliki daya tarik besar dan potensi ekonomi maupun sosial.

Meski demikian, Lukman menekankan pentingnya penataan administrasi untuk seluruh kegiatan olahraga masyarakat. Menurutnya, pendataan peserta, komunitas, hingga atlet harus dilakukan secara sistematis agar pembinaan lebih terarah.

“Sekarang semua harus terdata dan terpola dengan baik. Tidak bisa lagi hanya sekadar kegiatan biasa. Misalnya jantung sehat, kalau ditanya atletnya berapa, ya harus ada datanya. Semua harus tertata,” tegasnya.

Ia menambahkan, forum dan organisasi di bawah Kormi harus mampu membawa kebiasaan masyarakat menjadi kegiatan yang lebih terstruktur tanpa menghilangkan nilai kebersamaan dan rekreasi yang menjadi ciri khas olahraga masyarakat.

Baca Juga  Field Trip PRB, Rombongan BNPB dan BPBD Se-Indonesia Tiba di Kukar

“Forum yang terbentuk harus mampu membawa aktivitas yang dulunya hanya kebiasaan menjadi kegiatan yang luar biasa. Kuncinya adalah tata kelola administrasi yang baik,” tutupnya. (adv/zu)