Ketua DPRD Kukar Minta Parkir Gratis dan Akses Pasar Tangga Arung Dipermudah

Ketua DPRD Kukar Minta Parkir Gratis dan Akses Pasar Tangga Arung Dipermudah
Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani bersama Plt Kepala Disperindag Sayid Fathullah di Pasar Tangga Arung Square. (Komparasinews/Habib Fajar)

KUTAI KARTANEGARA — Sejumlah pedagang di Pasar Tangga Arung Square mengeluhkan kebijakan penutupan beberapa pintu masuk pasar. Kondisi itu dinilai mempersulit akses pengunjung dan berdampak pada penurunan transaksi.

Penutupan pintu tersebut dilakukan setelah adanya protes dari organisasi masyarakat terkait pengelolaan parkir di kawasan pasar pada 30 Maret lalu. 

Menyikapi hal itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara sempat menghentikan sementara aktivitas parkir dan membatasi akses masuk hanya melalui beberapa pintu.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani bersama jajaran melakukan sidak ke Pasar Tangga Arung Square, Kamis (30/4/2026).

Baca Juga  Dewan Samarinda Minta Penertiban Algaka Terapkan Prinsip Keadilan

Sidak ini dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat dan pedagang yang merasa dirugikan akibat terbatasnya akses masuk ke pasar.

“Ya tentu, laporannya bukan ke saya saja. Masyarakat luas juga mengadu, termasuk pedagang pasar yang datang langsung ke DPRD,” ujar Ahmad Yani.

Dia menegaskan, pasar yang dibangun dengan anggaran besar harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pasar ini dibangun menggunakan uang rakyat, hampir Rp500 miliar. Itu bukan angka kecil. Harapannya, perekonomian bisa tumbuh dan berkembang di sini,” katanya.

Dalam sidak tersebut, Ahmad Yani langsung memerintahkan agar portal-portal yang menutup akses masuk pasar segera dibuka. Menurutnya, pembatasan akses justru menghambat aktivitas ekonomi para pedagang.

Baca Juga  Jadi Tantangan Kesehatan Global, Dinkes Kaltim Perkuat Pencegahan dan Pengendalian PTM

“Kami pastikan, semua pintu yang belum dibuka hari ini harus dibuka. Jangan sampai pintu pasar justru menghalangi rezeki pedagang,” tuturnya.

Selain itu, Ahmad Yani juga meminta agar kebijakan parkir sementara digratiskan guna menarik lebih banyak pengunjung masuk ke dalam area pasar.

“Untuk sementara, parkir kita gratiskan dulu. Semua kendaraan yang selama ini parkir di pinggir jalan diarahkan masuk ke dalam pasar. Kalau mereka masuk, pasti akan melihat dan berbelanja,” ujarnya.

Yani menilai, kemudahan akses menjadi kunci utama dalam meningkatkan aktivitas jual beli di pasar tersebut. “Kalau pintu terbuka, orang akan datang. Tapi kalau ditutup, orang jadi malas masuk,” tegasnya. (fjr)