
BALIKPAPAN – Pemerintah Kabupaten Paser menghadiri High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Senin (18/5/2026).
Forum tersebut membahas evaluasi pengendalian inflasi daerah sekaligus menyusun strategi menjaga ketahanan pangan dan energi menjelang Hari Raya Idul Adha.
Mewakili Bupati Paser, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Adi Maulana menyoroti dinamika harga sejumlah komoditas hortikultura di Kabupaten Paser dalam beberapa pekan terakhir. Memasuki awal Mei 2026, harga tomat dan bawang merah mengalami kenaikan akibat berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi yang dipengaruhi faktor cuaca.
Meski demikian, beberapa komoditas lain masih relatif terkendali. Pada April 2026, harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram, bawang merah Rp47.500 per kilogram, dan bawang putih Rp35 ribu per kilogram. Berdasarkan data pekan pertama Mei, harga cabai rawit, cabai merah, LPG, dan bawang putih justru mengalami penurunan.
Selain komoditas pangan, lonjakan harga BBM non subsidi jenis Dexlite juga menjadi perhatian dalam forum tersebut. Harga Dexlite yang awalnya Rp14.500 per liter pada awal April, naik menjadi Rp24.150 per liter di pertengahan bulan dan kembali meningkat hingga Rp26.600 per liter pada awal Mei.
Menurut Adi, kenaikan harga BBM berdampak langsung terhadap biaya distribusi dan harga kebutuhan pokok di masyarakat, terutama di wilayah pesisir.
“Kami meminta Pertamina memastikan ketersediaan pasokan BBM, khususnya bagi masyarakat pesisir dan nelayan yang sempat mengalami kelangkaan BBM subsidi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Paser juga memaparkan sejumlah langkah penguatan ketahanan pangan daerah. Salah satunya melalui program “Paser BERAKSI” yang difokuskan pada pengembangan peternakan ayam petelur untuk menekan gejolak inflasi pangan.
Program tersebut mencatat peningkatan produksi telur ayam ras secara signifikan, dari 88 ton pada 2024 menjadi 2.328 ton pada 2025.
Selain itu, Pemkab Paser telah menyiapkan lahan hibah seluas tiga hektare di Kecamatan Long Ikis untuk pembangunan sentra pengolahan gabah yang dilengkapi fasilitas pengering, Rice Milling Unit (RMU), dan pergudangan terintegrasi.
Keberadaan gudang baru tersebut diharapkan dapat memperkuat distribusi pangan di wilayah Paser yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari Balikpapan dan Kalimantan Selatan, termasuk distribusi beras SPHP dan Minyakita.
Melalui strategi 4K yakni Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif, pemerintah daerah di Kalimantan Timur diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah tantangan global dan perubahan iklim.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Paser, Pemkot Balikpapan, dan Pemkab Penajam Paser Utara. (adv/zu)












