KUTAI KARTANEGARA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kutai Kartanegara (Kukar) memperkenalkan wajah baru sekretariat mereka. Kini diubah menjadi ruang publik dengan konsep modern dan terbuka.
Momen perkenalan tersebut dikemas dalam kegiatan buka puasa bersama insan pers pada Selasa (3/3/2026). Renovasi itu tidak hanya diposisikan sebagai pembaruan fisik, tetapi juga pernyataan sikap politik.
PDIP Kukar disebut ingin menghadirkan politik yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda. Para wartawan diajak melihat langsung perubahan suasana kantor yang kini dilengkapi area diskusi terbuka, sudut literasi, dan ruang baca.
Kantor partai tidak lagi dirancang sebagai ruang tertutup, melainkan sebagai tempat bertemunya gagasan lintas komunitas.
Wakil Sekretaris Bidang Program DPC PDI Perjuangan Kukar sekaligus anggota DPRD Kukar Rahmat Dermawan, menegaskan bahwa renovasi tersebut merupakan simbol reorientasi partai terhadap cara berpolitik.
“Kantor ini kami desain dengan konsep lebih modern dan terbuka. Kami ingin ini menjadi semangat baru, sekaligus ajakan kepada generasi muda Gen Z dan milenial agar tidak alergi terhadap politik, tetapi mau terlibat secara aktif dan cerdas dalam politik praktis,” ujarnya.
Rahmat menjelaskan, kantor partai tidak boleh hanya menjadi ruang administratif. Ia ingin tempat tersebut berkembang menjadi pusat kegiatan warga.
“Partai politik tidak boleh eksklusif. Di sini nantinya ada ruang untuk UMKM, ada literasi, ada diskusi, bahkan hiburan rakyat. Politik harus hadir secara humanis dan bisa dirasakan semua kalangan,” katanya.
Rahmat menekankan, keterbukaan menjadi kunci agar partai tetap relevan dengan perkembangan zaman, terutama di tengah perubahan perilaku politik generasi muda.
“Kami ingin politik itu membumi, tidak berjarak dengan rakyat. Dengan ruang yang lebih terbuka ini, kami berharap partisipasi publik semakin luas,” tegas Rahmat.
Melalui renovasi kantor tersebut, pihaknya menyatakan komitmen membangun kultur politik yang inklusif, dialogis, serta memberi ruang bagi generasi muda untuk berperan dalam menentukan arah pembangunan daerah. (fjr)












