KUTAI KARTANEGARA – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti retret kepemimpinan yang berlangsung di Magelang pada 15–19 April 2026.
Dia menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman tentang kepemimpinan yang berintegritas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Retret ini menekankan bagaimana kepemimpinan harus bersinergi antara pusat dan daerah. Bukan hanya soal integritas, tapi juga bagaimana pemimpin hadir dan peka terhadap persoalan masyarakat,” ujarnya di Kedang Ipil, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, arah kebijakan yang ditekankan dalam retret bukanlah perubahan secara revolusioner, melainkan transformasi terhadap program yang telah berjalan. Program yang dinilai belum optimal, kata dia, perlu diperbaiki agar lebih tepat sasaran.
Ahmad Yani menilai, indikator keberhasilan pembangunan dapat dilihat dari kondisi masyarakat yang semakin baik. “Intinya bagaimana rakyat bisa tersenyum. Itu ukuran paling nyata,” katanya.
Dia juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan nasional yang dimulai dari daerah. Di Kukar, hal itu diwujudkan melalui peningkatan sektor kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan, serta pembangunan infrastruktur.
“Ketahanan nasional itu dimulai dari daerah. Kita ingin masyarakat Kukar sehat, berpendidikan, dan tidak ada lagi kemiskinan,” ucap Yani.
Terkait arahan pemerintah pusat, Ahmad Yani memastikan DPRD Kukar mendukung berbagai program prioritas nasional melalui fungsi penganggaran. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui APBD maupun kolaborasi dengan APBN.
Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, serta pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Dia menambahkan, kolaborasi antara pusat dan daerah perlu terus diperkuat tanpa memandang latar belakang politik. “Yang utama adalah semangat bersama untuk bersinergi membangun Indonesia,” tutur Yani. (fjr)












