Usulan Anggaran PUPR Samarinda 2027 Tembus Rp200 Miliar, Cipta Karya dan SDA Dominan

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Istimewa)

SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda mulai memetakan kebutuhan anggaran pembangunan infrastruktur tahun 2027. Dari hasil pemaparan awal Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), total usulan anggaran sementara diproyeksikan menembus Rp200 miliar.

Angka tersebut terungkap dalam pembahasan awal rencana kerja PUPR 2027 yang dilakukan Komisi III DPRD Samarinda melalui kunjungan kerja ke kantor dinas terkait.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan proyeksi kebutuhan anggaran tersebut berasal dari usulan sejumlah bidang yang telah memaparkan program dan kegiatan untuk tahun anggaran mendatang.

“Berdasarkan pemaparan yang kami terima, total rencana kegiatan tahun 2027 mencapai sekitar Rp200 miliar lebih. Anggaran itu terbagi di beberapa bidang sesuai dengan program yang telah disusun,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga  Pemerataan Akses Pendidikan Jadi Sorotan Jelang SPMB di Balikpapan

Dari sejumlah bidang yang telah menyampaikan usulan, kebutuhan anggaran terbesar berasal dari Bidang Cipta Karya yang mencapai sekitar Rp54 miliar. Sementara Bidang Sumber Daya Air (SDA) mengusulkan anggaran sekitar Rp51 miliar untuk mendukung program pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur pendukung.

Adapun usulan dari Bidang Tata Ruang dan Bina Konstruksi relatif lebih kecil, masing-masing berkisar antara Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar.

Baca Juga  Mudahkan Masyarakat, Pemkab Kukar Luncurkan Dua Aplikasi Layanan Publik Terintegrasi

Meski nilainya cukup besar, Deni menegaskan angka tersebut masih berupa usulan awal. Seluruh program dan kebutuhan anggaran masih akan dibahas lebih lanjut bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebelum masuk dalam rancangan APBD 2027.

Menurutnya, DPRD akan mencermati setiap usulan agar anggaran yang disetujui benar-benar diarahkan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami akan mencermati seluruh usulan yang ada agar anggaran yang nantinya disepakati benar-benar digunakan untuk program prioritas yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.

Komisi III juga menegaskan pembahasan sejak tahap awal penting dilakukan agar proses penyusunan anggaran berjalan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan Kota SAMARINDA. (adv/zu)